2 Tersangka Pelecehan Terhadap Santri Diperiksa Jaksa di Kejari Lhokseumawe

  • Whatsapp
Setelah pemeriksaan berkas dan sejumlah barang bukti lainnya oleh jaksa, tersangka dibawa keluar, dinaikkan ke dalam mobil tahanan untuk diantar ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Lhokseumawe sebagai tahanan jaksa, Selasa (24/9). Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe menyerahkan dua tersangka berinisial AI (45) dan MY (26) bersama barang bukti kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri (anak) di bawah umur kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Selasa (24/9) sore.

Penyerahan kedua tersangka itu dilakukan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Lilisma Suryani kepada Kasi Pidana Umum Kejari Lhokseumawe Fakhrillah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Pimpinan Pesantren dan Seorang Guru Cabuli 15 Santri di Lhokseumawe Terancam 90 Kali Cambuk

Kedua tersangka tiba dengan kondisi tangan terborgol masuk ke ruang pemeriksaan jaksa. Keduanya berpakaian rapi, menggunakan baju batik dan peci.

Setelah pemeriksaan berkas dan sejumlah barang bukti lainnya oleh jaksa, tersangka dibawa keluar, dinaikkan ke dalam mobil tahanan untuk diantar ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Lhokseumawe sebagai tahanan jaksa.

“Kedua tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 50 Jo Pasal 47 Jo Pasal 63 Ayat (3) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Baca Juga: Berkas Perkara Pelecehan Seksual di Pesantren An Lhokseumawe Sudah Lengkap P21

Tersangka diancam dengan hukuman ta’zir cambuk atau denda serta penjara. Ancaman hukuman cambuk untuk keduanya masing-masing maksimal 200 kali, atau denda sekitar 2.000 gram emas atau penjara maksimal 200 bulan,” kata Kasi Intelijen Miftahuddin didampingi Kasi Pidum Fakhrillah.

Selanjutnya tersangka AI dan MY dilakukan penahanan selama 15 hari ke depan di LP Kelas II Lhokseumawe. Dalam minggu ini, pihak JPU akan melimpahkan perkara tersebut kepada Mahkamah Syariah Lhokseumawe untuk disidangkan.

Barang bukti yang diterima jaksa, sebuah botol berisi minyak zaitun, dua handphone, dan sejumlah surat dokumen terkait lainnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum pimpinan Pasantren An, berinisial AI di Kota Lhokseumawe dan seorang guru mengajinya berinisial MY ditahan di Polres Lhokseumawe atas dugaan telah melakukan pelecehan seksual terhadap santri (pria) dibawah umur 13- 14 tahun. (*)

Pos terkait