23 Pasutri di Asahan Ikuti Sidang Itsbat Nikah di Balai Desa

  • Whatsapp
pasutri di asahan

ASAHAN – Pernikahan adalah proses mempersatukan dua insan melalui sebuah ikatan yang sakral, menghalalkan yang sebelumnya haram dan yang terutama ada nilai ibadah di dalamnya.

Namun banyak pasangan yang proses pernikahan tidak sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia dimana setiap pernikahan harus tercatat di Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama setempat, sehingga dampaknya justru mempersulit sistem administrasi kependudukan bagi yang bersangkutan.

Melalui berbagai upaya, Kelompok Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara melakukan sosialisasi tentang pentingnya kepemilikan buku nikah sebagai identitas diri baik kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan.

Upaya yang telah lama dilakukan memunculkan kesadaran masyarakat untuk melakukan penetapan pernikahan yang sudah lampau melalui Sidang Itsbat Nikah dan pihak PA Asahan pun merespon dengan positif dengan mempermudah proses persidangan melalui sidang keliling.

Jumat 3 Mei 2019, telah dilakukan sidang keliling di Aula Desa Bagan Asahan Pekan, Kecamatan Tanjung Balai yang diikuti oleh 23 pasang suami istri dengan masing masing membawa 2 orang saksi sebagai salahsatu persyaratan.

Sidang keliling tersebut merupakan kerja sama antara PA Asahan dengan Serikat Pekka Kecamatan Tanjung Balai. Dan biaya sidang kali ini ditanggung oleh negara atau prodeo.

“Pencatatan sudah selesai hari ini, dan penetapannya tanggal 24 Mei 2019 di Pengadilan Agama kemudian buku nikahnya akan keluar dari KUA Kecamatan Tanjung Balai.” Ungkap Yusnita dari Serikat Pekka Asahan yang berperan sebagai salah seorang panitia.

Pos terkait