266 Orang Kecewa karena Tak Terpilih Jadi Menteri Oleh Jokowi

  • Whatsapp
kabinet jokowi 266 orang kecewa
Kabinet Menteri Jokowi. Foto: Ist

JAKARTA – Sebanyak 266 orang dipastikan kecewa lantaran tidak dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam susunan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Dari 300 nama yang diajukan menjadi menteri, Jokowi dengan terpaksa mengeliminasi 266 nama karena terbentur regulasi, karena jumlah Menteri hanya 34 saja.

Bacaan Lainnya

“Oleh sebab itu saya sadar, mungkin yang senang dan gembira karena terwakili dalam kabinet itu hanya 34 orang yang dilantik. Yang kecewa berarti lebih dari 266 orang. Pasti kecewa. Artinya yang kecewa pasti lebih banyak dari yang senang,” kata Jokowi saat menghadiri kegiatan pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila (PP), di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).

Jokowi pun meminta maaf kepada seluruh partai politik, relawan dan ormas-ormas yang telah menyukseskan pencalonan dirinya dengan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 lalu, namun tak bisa mengakomodasi dan menempatkannya dalam jabatan di salah satu lembaga negara.

“Saya mohon maaf, tidak bisa mengakomodir semuanya. Karena sekali lagi, ruangnya hanya 34. Dan mungkin sebagian yang hadir juga ada yang kecewa. Itulah demokrasi, ada yang menang, dan kalah dalam pemilihan. Itulah meritokrasi. Ada yang terpilih, ada yang tidak terpilih. Kan memang melalui sistem seleksi,” jelasnya.

Walaupun banyak yang tidak terpilih, kata Jokowi, jangan sampai hal itu membuat perpecahan, namun harus tetap satu berlandaskan Pancasila dan UUD 45.

“Saya yakin Indonesia ini memiliki budaya yang luhur, memiliki Pancasila yang mempersatukan kita. Perbedaan pendapat itu wajar. Perbedaan pilihan juga wajar. Tapi kesatuan, persatuan adalah segala-galanya buat kita,” kata dia.

Maka dari itu, dirinya menitipkan warisan leluhur para pahlawan Tanah Air berupa ideologi Pancasila kepada seluruh anggota PP agar menjaganya selalu.

“PP saya yakin akan terus menjaga Pancasila, menjadi motor pengamalan Pancasila untuk menjadi jalan bagi pencapaian indonesia yang maju, sejahtera. Ini penting, karena kita memang bercita-cita di 2045 adalah sebuah Indonesia emas, yang memiliki kekuatan yang besar,” tuturnya.

Pos terkait