3 WNI Awak Kapal Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona

  • Whatsapp
kapal pesiar diamond princess
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tiga WNI awak kapal pesiar Diamond Princess terinfeksi virus Corona Covid-19. Foto/Sindonews/Victor Maulana

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan tiga orang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess terkonfirasi terpapar virus Corona Covid-19. Retno menuturkan data itu ia dapatkan saat melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

“Berdasarkan komunikasi terakhir, termasuk pembicaraan dengan Duta Besar Jepang, maka diperoleh info bahwa tiga dari 78 WNI yang menjadi kru kapal dinyatakan terkonfirmasi (terinfeksi virus Corona Covid-19). Tiga WNI tersebut adalah bagian dari total 446 orang yang saat ini dinyatakan terkonfirmasi,” terang Retno.

Bacaan Lainnya

“Dapat saya sampaikan bahwa total orang yang ada di dalam kapal tersebut jumlahnya adalah 3.711, yang terdiri dari 2.666 penumpang, sementara kru 1.045 dari 56 negara,” sambungnya, Jakarta, Selasa (28/2).

Baca Juga : Indonesia Lakukan Koordinasi Dengan Jepang Terkait Nasib 78 WNI di Kapal Pesiar

Ia kemudian menuturan bahwa dari tiga WNI yang sudah dinyatakan terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut, dua di antaranya dibawa ke rumah sakit di kota Chiba, sementara satu lainnya sedang menjalani proses untuk menuju ke rumah sakit.

“Sehingga per detik ini saya belum dapat menyampaikan satu WNI itu dibawa ke rumah sakit mana,” ujarnya.

Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Tokyo, kata Retno, saat ini sudah berada di Chiba. Mereka berada di Chiba untuk memastikan WNI tersebut mendapatkan penanganan yang baik dari otoritas di Jepang.

KBRI juga terus melakukan komunikasi dengan para WNI yang menjadi kru di dalam kapal.

“Kemarin saya melakukan komunikasi per telepon dengan kru kita, WNI kita yang jadi kru di kapal tersebut. Kita sampaikan mengenai perhatian pemerintah yang besar termasuk menyampaikan pembicaraan yang terus kita lakukan dengan otoritas Jepang,” tukasnya.

Pos terkait