4 Tersangka Penyeludupan Warga Etnis Rohingya di Serahkan Ke Kejari Aceh Utara

  • Whatsapp
Penyidik Polisi Daerah (Polda) Aceh melimpahkan berkas perkara tahap II beserta empat tersangka penyeludupan manusia Imigran Myanmar etnis Rohingya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Kamis (18/2/2021).

ACEH UTARA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh melimpahkan berkas dan empat tersangka terkait penyuludupan warga etnis rohingya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Kamis (18/2/2021).

Keempat tersangka itu yakni Abdul Azis (34) warga Gampong Pala, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan dua orang berasal dari Aceh Utara, Afrizal (25) warga Gampong Ulee Rubek, Kecamatan Seuneuddon dan Faisal (43) asal Gampong Matang Bayu.

rohingya
Masyarakat pesisir pantai membantu mengevakuasi imigran Rohingya dari Myanmar ke pantai Lancok Bayu, Aceh Utara, Kamis (25/6/2020). 94 imigran Rohingya dari Myanmar, termasuk 30 anak-anak, telah diselamatkan dari sebuah perahu kayu yang reyot di lepas pantai Aceh. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Sedangkan tersangka satunya lagi asli warga etnis rohinga Shahad Deen (37) beralamat di Hotel Pelangi Jl. Jamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu, Kota Medan (Sumatera Utara).

“Benar, kami sudah menerima berkas dan tersangkat dari peyidik Polda Aceh tekait kasus perkara perdagangan manusia (Human Traficking) pengungsi rohingya,” kata Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi.

listrik aceh utara
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Pipuk menjelaskan kasus penyeludupan manusia ini berawal dari keterangan saksi-saksi dimana pada Kamis (25/6/2020) telah kedatangan 94 orang warga etnis rohingya di Pantai Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

“Para etnis rohingya itu menumpagi kapal nelayan KM 2017-811 yang dinakoda oleh tersangka Faisal Afrizal dengan dua anak buah kapal (ABK) yakni Abdul Azis dan Faisal,” kata Pipuk.

Kemudian, pada tanggal 15 Oktober 2020, polisi memanggil para tersangka untuk dimintai keterangan sabagai saksi. Kemudia, berjalan waktu, mereka ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan terbukti melakukan tindak pidana terkait kasus penyeludupan warga atau human trafficking.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kasi Pidana Umum, Yudi Permana, Simon, Mulyadi dan Hari Citra Kesuma mempersiapkan surat dakwaannya, yang akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lhoksukon, untuk tahap persidangan keempat tersangka terkait penyuludupan warga etnis rohingya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Kamis (18/2/2021). Doc.Kejari Aceh Utara

Pipuk menyebutkan para tersangka kini ditahan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon sebagai tahanan Jaksa Penutup Umum. Pihaknya juga sudah menunjukkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kasi Pidana Umum, Yudi Permana, Simon, Mulyadi dan Hari Citra Kesuma. Dalam waktu 7 hari kedepan JPU akan mempersiapkan berkas untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon untuk disidangkan.

“Mereka dikenakan pasal 120 ayat (1) UU No 6 Tahun 2011 tentang ke Imigrasian Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. Dengan dendan Rp 500 juta dan maksimal Rp 1,5 Miliyar,” pungkas Pipuk. []

Pos terkait