415 Pemanah Seluruh Indonesia Ikuti Kejurnas Antar Club

  • Whatsapp
kejurnas panahan
Guru Besar Filsafat Islam UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syamsul Rijal Sys., BA, M.Ag., melakukan eksibisi memanah dalam pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antarklub , Sabtu (2/11) di Lapangan Tugu Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.

BANDA ACEH –  Sebanyak 415 pemanah akan unjuk kemahiran dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antarklub. Even panahan ini dibuka Plt Gubernur Aceh, diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setdaprov Aceh, Dr Mahyuzar Msi, Sabtu (2/11) di Lapangan Tugu Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.

Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Dr Nyak Amir MPd menyampaikan, pemanah berasal dari 45 klub, yakni 150 atlet berasal dari 20 klub di Aceh. Sedangkan 265 atlet lain berasal dari klub Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Riau. Kemudian club panahan dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Bali dan Kalimantan Timur.

Bacaan Lainnya

“Kejurnas ini mempertandingkan delapan nomor untuk atlet SD, SMP, dan umum, memperebutkan 32 medali masing-masing emas, perak dan perunggu, dengan hadiah total Rp 50 juta, delapan atlet Aceh yang sudah lolos PON XX /2020 di Papua juga ikut serta,” kata Nyak Amir.

Di hari pertama kejuaraan, diperlombakan nomor Standar Now Usia SD 1-3 Putra 10 meter, Standar Bow SD Usia 1-3 Putri 10 meter, Standar Bow SD 5-6 Putra 15 meter, dan Standar Bow SD 5-6 Putri 15 meter.

Guru Besar Filsafat Islam UIN Ar-Raniry,  Prof. Dr. Syamsul Rijal Sys., BA, M.Ag., yang hadir dalam pembukaan kejuaraan menyebut banyak filosofi dari olahraga panahan. Salahsatunya, kata Syamsul, memanah dapat melatih emosi dan konsentrasi dalam menempatkan suatu tujuan sebagai target sasaran. Jika emosi dan konsentrasi terganggu hingga menyebabkan kehilangan fokus, maka tujuan akan melenceng dari target sasaran.

“Panahan melatih kita untuk belajar mengatur emosi, seorang yang tidak tenang, gugup, pemarah, kurang sabar bukanlah seorang pemanah yang baik, dan ini adalah olahraga yang disunnahkan Rasul selain berkuda dan berenang,” demikian Syamsul Rijal.(*)

Pos terkait