5 Fakta Egg Boy Kepruk Telur ke Kepala Senator Anning

  • Whatsapp
egg boy
Seorang anak muda melemparkan telur ke kepala Senator Senator Quensland, Fraser Anning. Senator ini menyalahkan imigran Muslim atas serangan teroris di Selandia Baru. Foto: REUTERS

MELBOURNE – Seorang bocah remaja bernama Will Connolly menjadi tenar dengan julukan Egg Boy setelah mengeprukkan telur mentah ke kepala Senator Queensland, Australia, Fraser Anning. Senator itu dikepruk telur lantaran menyalahkan imigran Muslim dalam serangan teroris di dua masjid kota Christchruch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang.

Pada hari Sabtu, Senator Anning berbicara kepada wartawan di Melbourne ketika Will Connolly yang berusia 17 tahun datang dan memecahkan sebutir telur di sisi kepalanya. Anning berbalik dan meninju wajah pemuda itu sebelum meraihnya dan mencoba mendaratkan pukulan lagi.

Bacaan Lainnya

Sekelompok pengawal Anning bergegas dan menjerat bocah itu ke tanah, sementara para pendukung Anning lainnya memeriksa senator tersebut untuk melihat apakah dia baik-baik saja.

Anning sudah mendapat kecaman luas atas pernyataannya tentang pembantaian teroris di Christchurch. Penembakan massal mengerikan itu dilakukan oleh Brenton Harrison Tarrant, 28, asal Australia.

Menyusul penembakan berdarah itu, Anning mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, “Walaupun umat Islam mungkin menjadi korban hari ini, mereka biasanya adalah pelaku kekerasan.” Anning juga mengecam Muslim fanatik yang, katanya, seharusnya tidak diizinkan untuk berimigrasi ke Selandia Baru.

https://twitter.com/Wallzers/status/1106901631076102145

Selain itu, dia menyalahkan imigran Muslim dan kebijakan imigrasi Selandia Baru sebagai pemicu serangan teroris tersebut.

Video rekaman pengeprukan telur di kepala Senator Anning oleh Conolly viral di media sosial sejak hari Sabtu. Berikut lima fakta yang perlu diketahui tentang insiden tersebut, yang dikutip dari Heavy.com, Senin (18/03/19).

1. Will Connolly Muncul di Twitter sebagai Egg Boy

Setelah video “Egg Boy” viral di media sosial, seorang bocah remaja bernama Will Connolly mengonfirmasi di Twitter bahwa dialah sosok Egg Boy tersebut.Dia juga menuliskan tweet di video klip tentang dirinya. Dia berbicara dengan sedih tentang apa yang telah dia pelajari dari pengalamannya.

“Telur politisi dan diatasi oleh 30 bogan pada saat yang sama,” kata Connolly. Bogan adalah istilah di Australia untuk menggambarkan orang-orang berkelas rendah.

Halaman Instagram Will Connolly penuh dengan foto-foto remaja tersebut berolahraga, nongkrong di tepi kolam renang, atau berpesta dengan teman-temannya. Tidak ada yang menunjukkan motif politik remaja itu atau apa yang mungkin menginspirasinya untuk mengeprukkan telur di kepala senator paling kontroversial di Australia tersebut.

Tapi setelah Connolly muncul di media sosial untuk mengonfirmasi bahwa dirinya adalah sosok “Egg Boy”, pesan dukungan bermunculan untuknya. “Anda seorang malaikat,” tulis seorang pengguna Instagram. Yang lain menyebutnya “legenda”. Ada yang berkomentar, “Kami membutuhkan lebih banyak orang seperti Anda.”

2. Anning Menyebut Islam “Iman Biadab” dan Menyebut Pembantaian di Christchurch Adalah Program Imigrasi Selandia Baru

Anning merilis pernyataan setelah penembakan Selandia Baru, di mana ia mengatakan kebijakan imigrasi negara adalah alasan sebenarnya untuk penembakan yang mematikan. Dia menulis;

“Seperti biasa, politisi sayap kiri dan media akan bergegas mengklaim bahwa penyebab penembakan hari ini terletak pada undang-undang senjata atau mereka yang memiliki pandangan nasionalis tetapi ini semua omong kosong klise. Penyebab sesungguhnya dari pertumpahan darah di jalan-jalan Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik Muslim untuk bermigrasi ke Selandia Baru.”

Anning juga menulis bahwa umat Islam membunuh orang-orang dalam skala besar di seluruh dunia atas nama agama mereka. Dia melanjutkan, “Yang benar adalah bahwa Islam tidak seperti agama lain. Ini setara dengan agama dari fasisme. Dan hanya karena para pengikut kepercayaan biadab ini bukanlah para pembunuh dalam contoh ini tidak membuat mereka menjadi tidak bersalah.”

Pos terkait