64.958 Orang di Indonesia Positif Corona

  • Whatsapp
covid-19 di indonesia
Jubir Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto. Foto : ANTARA

JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, pasien yang dinyatakan sembuh dan negatif dari virus Corona atau Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Pada Senin (6/7), ada penambahan 814 orang yang berhasil sembuh melawan virus Corona atau Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Sehingga totalnya menjadi 29.919 orang,” ujar Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Senin (6/7).

Lalu, untuk penambahan kasus positif pada hari ini ada 1.209 orang. Sehingga, total akumulatifnya, sebanyak 64.958 orang terkonfirmasi positif Covid-19 sampai saat ini.

Sementara itu, pasien meninggal dunia akibat COvid-19 ada 70 orang. Sehingga totalnya kini mencapai 3.241 orang.

Data update pasien virus Corona Covid-19 ini tercatat sejak Minggu, 5 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi target kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan angka kasus positif virus Corona Covid-19 dalam dua pekan.

Hal ini disampaikan Jokowi karena melihat kasus Corona di Jawa Timur terus meningkat signifikan setiap harinya.

“Saya minta dalam waktu 2 minggu ini pengendaliannya betul-betul kita lakukan bersama-sama dan terintegrasi dari semua unit organisasi yang kita miliki di sini,” kata Jokowi saat kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis, 25 Juni 2020.

Target yang diberikan Jokowi sudah masuk hari ke-11 sejak kunjungannya ke Jawa Timur. Meski begitu, hingga kini Jawa Timur masih menjadi daerah dengan kasus positif terbanyak di Tanah Air.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan kasus positif Corona di Indonesia bertambah sebanyak 1.607, Minggu 5 Juli 2020. Dari tambahan itu, Jawa Timur menjadi daerah dengan angka penambahan tertinggi.

“Povinsi melaporkan penambahan kasus cukup tinggi yang pertama Jawa Timur. Penambahan kasus positif baru sebanyak 552 kasus baru,” ujar Yurianto dalam video conference di Youtube BNPB, Minggu sore.

Dengan begitu, maka pasien positif virus Corona di Jawa Timur telah mencapai 14.013 orang, melampaui DKI Jakarta yang sebelumnya menjadi episentrum Covid-19 di Indonesia. Sementara pasien Corona yang telah dinyatakan sembuh di Jawa Timur yakni, 4.892 orang.

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres).

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Pos terkait