66.226 Positif Covid-19 di Indonesia

  • Whatsapp
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Foto : ANTARA

JAKARTA – Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga Selasa (7/7) mencapai 66.226 kasus. Sebanyak 30.785 orang dinyatakan sembuh dan3.309 lainnya meninggal dunia.

“Dari pemeriksaan ini terjadi penambahan konfirmasi positif 1.268 orang, sehingga sekarang kumulatifnya jadi 66.226 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa petang.

Bacaan Lainnya

Angka tersebut merupakan data yang dihimpun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 hingga pukul 12.00 WIB siang ini.

Yuri menambahkan pada hari ini penambahan pasien sembuh sebanyak 866 dan penambahan pasien meninggal dunia sebanyak 68 orang

Jumlah kasus positif itu meningkat dibandingkan kemarin. Pada Senin (6/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat kasus kumulatif positif mencapai 64.958. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 29.919 orang, dan 3.241 orang lainnya meninggal dunia.

Untuk diketahui, kata Yuri, perkembangan kasus harian ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

Dalam perkembangannya, episentrum corona yang pertama terungkap pada 2 Maret lalu, Jawa Timur menjadi provinsi baru yang mendapatkan perhatian khusus selain DKI Jakarta. Pasalnya, angka positif corona di Jatim terus meningkat, bahkan lonjakan kasus hariannya pun beberapa kali melampaui DKI Jakarta.

Alhasil, awal pekan ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta perguruan tinggi di Jatim aktif bantu menangani kasus virus corona. Meski saat ini kampus-kampus telah ikut berperan dalam penanganan Covid di Surabaya, namun menurut Muhadjir itu belum dilakukan secara maksimal.

Muhadjir juga berjanji pemerintah pusat akan segera memenuhi fasilitas baik untuk perguruan tinggi maupun di beberapa titik di Jawa Timur dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19. Fasilitas itu salah satunya alat tes virus corona.

Pos terkait