68.079 Positif Covid-19 di Indonesia

  • Whatsapp
Petugas medis dengan busana APD menunggu warga yang akan melakukan tes usap (swab test) Covid-19, Jakarta, 20 Mei 2020. Foto : ANTARA

JAKARTA – Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 68.079 kasus hingga Rabu (8/7). Sebanyak 31.585 orang dinyatakan sembuh dan 3.359 orang lainnya meninggal dunia.

Pemerintah hari ini berhasil memeriksa sebanyak 22.183 spesimen. Dengan demikian total kumulatif yang telah diperiksa mencapai 968.237 spesimen.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil pemeriksaan ini terjadi penambahan konfirmasi positif 1.853 orang, sehingga total kumulatif menjadi 68.079 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (8/7).

Selain kasus positif, pasien yang dinyatakan telah sembuh juga bertambah sebanyak 800 orang. Sementara pasien yang meninggal dunia bertambah 50 orang.

Angka tersebut merupakan data yang dihimpun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 selama 24 jam dari Selasa (7/7) pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB siang ini.

Sehari sebelumnya, Selasa (7/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat total kasus positif di Indonesia mencapai 66.226 kasus. Di mana sebanyak 30.785 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 3.309 lainnya meninggal dunia.

Yuri mengatakan perkembangan kasus harian ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah yang memiliki pertambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

Dalam perkembangannya, Jawa Timur kini menjadi provinsi yang mendapatkan perhatian khusus selain DKI Jakarta. Angka positif corona di Jatim terus meningkat, bahkan jumlahnya kini telah melampaui DKI Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta perguruan tinggi di Jatim aktif membantu menangani kasus virus corona. Meski saat ini kampus-kampus telah ikut berperan dalam penanganan Covid di Surabaya, namun menurut Muhadjir itu belum dilakukan secara maksimal.

Muhadjir juga berjanji pemerintah pusat akan segera memenuhi fasilitas baik untuk perguruan tinggi maupun di beberapa titik di Jatim dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19. Fasilitas itu salah satunya alat tes virus corona.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan waktu dua pekan untuk kepada Jatim untuk menekan angka kasus positif Covid-19 di Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku pihaknya masih terus berupaya menekan laju penyebaran virus corona, meski kenyataannya target tersebut meleset karena kasus di Jatim terus meroket.

Ia menegaskan penyekatan-penyekatan dilakukan di kawasan Surabaya Raya, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik tetap dilakukan. Mengingat, penyumbang kasus terbanyak di Jatim ialah ketiga daerah tersebut.

“Format penyekatan beberapa titik Surabaya Raya. Kami bersama-sama bagi masker di mana saja. Kemudian luaskan jejaring dengan berbagai elemen,” ujar Khofifah kemarin.

Lebih lanjut Pemprov Jatim juga akan mengoptimalkan RS Darurat atau RS Lapangan Covid-19 di Jalan Indrapura Surabaya, dengan one gate system. Melalui one get system itu, maka proses rujukan pasien Covid-19 di Jatim diharapkan bisa lebih efektif, cepat, dan tak menumpuk di satu rumah sakit saja.

Pos terkait