86.521 Positif Corona di Indonesia

  • Whatsapp
corona di aceh
Ilustrasi penanganan pasien corona. Foto : ANTARA

JAKARTA – Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 1.639 orang pada Minggu (19/7), sehingga total menjadi 86.521 orang. Dari total jumlah tersebut, 45.401 orang di antaranya sembuh dan 4.143 orang meninggal dunia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan angka tersebut dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 selama 24 jam hingga pukul 12.00 WIB siang ini.

Bacaan Lainnya

“Dari pemeriksaan ini kita dapatkan konfirmasi positif sebanyak 1.639 Sehingga totalnya 86.521,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (18/7).

Selain penambahan lebih dari seribu kasus positif, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 2.133 orang. Sementara yang meninggal hari ini bertambah 127.

Demi mencegah penyebaran virus corona, Yurianto meminta masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menurutnya, penularan terjadi karena masih ada warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan terutama saat berkegiatan di luar rumah.

Protokol kesehatan yang dimaksud antara lain senantiasa memakai masker, menjauhi keramaian, dan rajin mencuci tangan. Dia berharap masyarakat tidak abai terhadap aturan itu agar laju penularan virus corona benar-benar bisa ditekan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui telah menyampaikan informasi bahwa mikro droplet virus corona bisa bertahan di udara. Tingkat penularan bisa semakin tinggi andai masyarakat tidak memakai masker.

Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyatakan penyebaran virus corona lewat udara disebabkan oleh mikro droplet yang bertahan di udara. Penyebaran virus corona melalui udara itu berpotensi terjadi di ruangan tertutup.

Gugus Tugas menyarankan masyarakat untuk menyertakan sirkulasi udara baik di ruangan yang digunakan untuk beraktivitas. Warga pun diimbau untuk membuka jendela setiap pagi.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak penularan corona di Indonesia terjadi pada Agustus dan September. Perkiraan tersebut mengacu pada jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 yang saat ini terus melonjak.

Jokowi jauh hari telah meminta jajarannya untuk menurunkan kurva Covid-19 pada Mei 2020 dengan cara apapun. Target itu gagal dipenuhi. Ia pun mendorong para menterinya untuk bekerja lebih keras.

Pos terkait