Aceh Besar Kini Punya Pusat Rehabilitasi Kesehatan Jiwa Masyarakat

  • Whatsapp
aceh besar kini punya pusat rehabilitasi kesehatan jiwa masyarakat

ACEH BESAR – Pusat Rehabilitasi Kesehatan Jiwa Masyarakat “Balee Cot Rang”, yang terletak di Gampong Lam Puuk, Kuta Baro, Aceh Besar, resmi beroperasi.

Gedung yang terletak di jalan Blang Bintang lama tersebut diresmikan oleh Plt Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Aceh Besar Lukman, MKes, Kamis (21/2). Peresmian ini juga dihadiri oleh Camat Kuta Baro Bustamam bersama unsur Muspika, Kepala Puskesmas Kuta Baro Roslindawati, dan Penanggung jawab Pusat rehabilitasi Erliana, serta staf lainnya.

Dalam sambutannya Plt Kadis Kesehatan Aceh Besar Lukman mengatakan bahwa Pusat Rehabilitasi Jiwa ini merupakan tempat rujukan pertama dari puskesmas sebelum dilanjutkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh. Selain itu tempat ini juga menjadi tempat perawatan bagi pasien yang sudah sembuh namun masih memerlukan pengobatan lanjutan.

“Kehadiran pusat rehabilitasi ini dapat membantu pasien dan keluarga dalam pengobatan dan perawatan, tanpa perlu repot-repot ke RSJ Banda Aceh” ujar Lukman.

Sementara itu kepala Puskesmas Kuta Baro Roslindawati kepada media menyampaikan. Bahwa pasien penderita kesehatan jiwa yang saat ini dibina ditempat tersebut berjumlah 242 orang pasien.

“Dari 242 orang tersebut, 175 orang diantaranya sudah sembuh dan mandiri. Di tempat ini kami juga memberikan obat secara rutin, hal ini kami lakukan agar para pasien tidak putus obat yang mengakibatkan kambuh kembali,” ujar Kepala Puskesmas Kuta Baro Roslindawati.

Pada saat yang sama Penanggung Jawab Pusat Rehabilitasi Jiwa Kota Baro Erlianamengatakan.” Selain memberikan pengobatan dan bimbingan psikologi kami juga memberikan pelatihan untuk kemandirian mereka,” kata Erlina kepada Media.

Selain sebagai tempat Rehabilitasi, pengelolaan pusat rehabilitasi ini bersama sejumlah stafnya juga melakukan penyuluhan kesehatan jiwa, pembinaan Gampong siaga, terapi aktivitas kelompok. Pada aktivitas kelompok ini kita memberikan penyuluhan keagamaan, sosial dan pemberian obat-obatan.

Pemberian obat-obatan ini menurut Erlina biasanya dilakukan untuk Pasien yang sudah selesai menjalani pengobatan di RSJ Banda Aceh, saat kembali ke masyarakat mereka juga masih tetap mengkonsumsi obat secara rutin.

Pemerintah Aceh Besar sejak tahun 2015 sudah mulai fokus menangani masyarakat yang menderita gangguan jiwa. Keterlibatan LSM dan beberapa lembaga non pemerintah dalam memberikan bantuan fisik dan pelatihan juga mendorong terbentuknya pusat rehabilitasi ini.

Selama tahun 2019, Pemerintah Aceh Besar telah mengirim sejumlah tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, penyuluhan kesehatan dan sejumlah kader untuk mengikuti pelatihan. (adv)

Pos terkait