Aceh Tamiang Zona Orange Covid-19, Kasus Positif Baru 91 Orang

  • Whatsapp
pmi indonesia ke aceh
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani. Foto : Ist

BANDA ACEH – Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh Tamiang tampak membaik dalam seminggu terakhir. Negeri Raja Muda Sedia itu sempat menjadi zona merah Covid-19 seminggu lalu, dan kini kembali menjadi oranye. Sementara itu, 91 orang dinyatakan positif baru, 18 sembuh, dan enam meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Rabu (5/5/2021).

Bacaan Lainnya

“Peta zonasi risiko daerah merupakan hasil pembobotan skor indikator-indikator kinerja penanganan Covid-19 daerah yang dirilis secara mingguan dan hasilnya sangat dinamis,” katanya.

Pada minggu lalu, jelas Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu, Satgas Penanganan Covid-19 Nasional merilis data satu kabupaten zona merah di Aceh, yaitu Aceh Tamiang, 14 kabupaten/kota zona oranye, dan tujuh kabupaten/kota lainnya zona kuning. Zona oranye merupakan zona risiko sedang Covid-19, sementara zona kuning dianggap risiko rendah.

Rilis terakhir Satgas Covid-19 Nasional berdasarkan analisis data penanganan Covid-19 di Aceh, peta zonasi risiko di Aceh berubah lagi. Berdasarkan analisis kondisi periode 26-30 April 2021, Aceh Tamiang termasuk zona oranye bersama 15 kabupaten/kota lainnya di Aceh. Sedangkan delapan kabupaten lain merupakan zona kuning, dan umumnya daerah  kawasan Pantai Barat Aceh.

Zona kuning di Pantai Barat Aceh tersebut meliputi Kabupaten Aceh Barat, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Kota Subulussalam. Sedangkan dua kabupaten yang juga zona kuning itu Aceh Timur, dan Aceh Tenggara. Secara geografis, dua kabupaten ini masuk wilayah timur dan tengah Aceh.

Sedangkan 19 daerah lain di Aceh merupakan  zona oranye, masing-masing Aceh Tamiang, Gayo Lues, Langsa, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, dan Aceh Singkil. Ini daerah risiko sedang peningkatan kasus Covid-19.

“Informasi tentang peta zonasi risiko Covid-19 ini penting diketahui masyarakat untuk menjadi pedoman berperilaku dan berinteraksi sosial. Protokol kesehatan tetap menu wajib dalam massa pandemi ini , dan penerapannya mesti lebih ketat di zona oranye, ujar SAG.

*Covid-19 Aceh*

Kemudian, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  5 Mei 2021. Jumlah kasus Covid-19 secara akumulatif telah mencapai 11.482 kasus/orang. Para penyintas, yang sembuh dari Covid-19 sebanyak  9.811 orang. Pasien masih dirawat 1.212 orang, dan penderita yang meninggal dunia mencapai 459 orang.

Penambahan data akumulatif tersebut sudah termasuk 91 kasus konfirmasi baru Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir, pasien yang sembuh bertambah 18 orang, dan lima orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Kasus positif  baru tersebut meliputi warga Pidie 26 orang, Aceh Tamiang 19 orang, Banda Aceh 13 orang, warga Aceh Besar dan Langsa sama-sama 11 orang.  Kemudian warga Gayo Lues sebanyak 4 orang. Selanjutnya, masing-masing satu orang warga Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie Jaya. Sedangkan 4 lainnya merupakan warga luar daerah.

Sementara 18  pasien yang dinyatakan sudah sembuh meliputi warga Aceh Tamiang sebanyak 12 orang, Banda Aceh empat orang, dan dua lagi masing-masing warga Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Enam orang yang dilaporkan meninggal dunia, 24 jam terakhir, yakni warga Pidie empat orang, dan masing-masing satu orang warga Banda Aceh dan Aceh Jaya,” tambah SAG.

Lebih lanjut ia laporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 722 orang, meliputi 635 orang sudah selesai isolasi, 10 orang isolasi di rumah sakit, dan 77 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 8.930 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.735 orang, sedang isolasi di rumah 148 orang, dan 47 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.(*)

_*Mohon berkenan mencermati spelling-nya, dan mohon dapat mengoreksinya bila menemukan kekeliruannya. Terima kasih*_

Pos terkait