Akmal Hanif Kritik Keras Pemkab Aceh Utara Terlantarkan Pembangunan Jembatan Simpang Cebrek

  • Whatsapp

ACEH UTARA – Proyek pembangunan jembatan Simpang Cebrek Aceh Utara yang terkesan terlantar mengundang kecaman dari sejumlah pihak. Salahsatu kritikan keras disampaikan tokoh muda Aceh Utara, H. Akmal Hanif, Lc.

Melalui akun media sosial Facebook di akunnya Akmal Elhanief, pengusaha Printing dan Travl tersebut mengecam penelantaran galian yang menurutnya menyebabkan mudharat bagi masyarakat. Dalam status tersebut Akmal bahkan menyebut pemerintah Aceh Utara dengan beberapa sebutan kasar dan keras, seperti Bajingan, Zalim dan Otak di dengkul.

Bacaan Lainnya

Berikut kutipan status di akun Akmal Elhanief yang diposting 24 Mei 2020, pukul 17:40 wib, tepat pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Pemerintah (aceh/aceh utara) BAJINGAN !! gak punya otak, kau gali jembatan simpang cebrek aceh utara yg gak bermasalah, zalim kau gali jembatan itu krn mengundang mudharat utk org banyak, sehari sebelum kau gali cuma ada genangan air sedikit saja tapi tega kau gali separuh jalan, mau dekat lebaran pula kau gali, setelah kau gali kau biarkan begitu saja hampir 2 bulan, kau tau lebaran sgt padat krnderaan di jalan tapi malah kau biarkan gak da yg jaga, dasar otak didengkul.

Hei pemerintah, tugas kau bukan minum obat kuat terus kawin2 saja kerja kau, tapi urus rakyatmu dan urus fasilitas utk rakyat, 1 jam macet parah, bahkan ada beberapa kenderaan kecelakaan ringan lagi tadi tapi gak da yg peduli, mudah2an Allah mengazabmu dgn azab yg pedih krn menzalimi rakyatmu.

Akmal hanif – rakyat jelata dan korban kecelakaan ringan dimacet tadi

Status tersebut mengundang pro kontra ditengah warga net, baik mendukung dan mem-bully Akmal Hanif.

Kepada Kanalinspirasi, Akmal Hanif menyampaikan alasan dirinya menggunakan sebutan Bajingan kepada Pemerintah Aceh Utara.

“Terkadang kita harus menggunakan kata yang keras dalam mengkritik, agar pesan mendapat perhatian pemerintah, karena pengalaman saya, jika kritik disampaikan dengan bahasa biasa, tidak memberi dampak dan akan dianggap angin lalu” jelas Akmal melalui pesan suara WhatsApp kepada Kanalinspirasi, Senin (25/5).

Terkait proyek pembangunan jembatan Simpang Cebrek, jelas Akmal, dirinya sangat mendukung untuk kebutuhan masyarakat. Namun yang disesalkan adalah sikap pemerintah yang membiarkan proyek tersebut terbengkalai sehingga menggangu masyarakat, terutama di Hari Raya Idul Fitri.

“Jika beralasan Aceh Utara sedang tidak ada dana untuk melanjutkan pembangunan, seharusnya tidak dipaksakan pembangunan dari awal, sehingga tidak menimbulkan kemudharatan seperti sekarang. Ini juga menunjukkan pemerintah Aceh Utara tidak memiliki perencanaan pembangunan yang baik” lanjut tokoh yang pernah menjadi Caleg DPR RI pada Pileg 2019 lalu.

Lanjutnya, pada awal pembangunan sekitar dua bulan lalu, ia melihat ada petugas yang berjaga dan mengatur kondisi lalu lintas pengguna jalan agar tidak terjadi kemacetan dan kecelakaan. Namun sekarang semua terbengkalai dan tidak ada yang jaga sehingga rawan terjadi kecelakaan dan kemacetan parah.

“Jadi dalam status itu saya tidak memprotes pembangunan jembatan bahkan mendukung seribu persen, yang saya protes adalah sikap pemerintah yang menelantarkan galian jalan dalam waktu lama, saya harap netizen tidak gagal paham dengan status itu” ujarnya.

Saat ditanyakan apakah dirinya akan menarik kata-kata keras sebutan kepada pemerintah Aceh Utara dalam status yang ditulisnya itu, Akmal menjawab tegas tidak akan menghapus.

“Saya tidak akan menarik kata-kata dalam tulisan status itu dan sudah siap menerima segala konsekwensi, baik kritikan dan hinaan balasan dari netizen, sudah biasa itu saya terima” jawab pimpinan Dayah Raudhatul Quran Aceh Utara dan Ketua gerakan sosial KSDA (Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh).

Akmal berharap pemerintah dan semua pihak memberi perhatian pada pembangunan di kabupaten Aceh Utara dan mengawasi setiap program pemerintah daerah agar tidak merugikan rakyat.

“Saya mohon kepada LSM terkait memantau proyek tersebut dan juga mohon kepada pihak Kepolisian untuk ikut memantau kondisi lalu lintas di sekitar proyek yang amburadul” pungkasnya.(*)

Pos terkait