Aksi Damai Kritisi Insiden 22 Mei, Puluhan Mahasiswa Demo DPRK Aceh Utara

  • Whatsapp
hmi lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe – Aceh Utara dan sejumlah organisasi mahasiswa, melakukan aksi damai kritisi insiden yang diterjadi pasca pengumuman hasil pemilu tahun 2019 pada 22 Mei, Mahasiswa menuntut serta meminta evaluasi pemilu 2019 di Gedung DPRK Aceh Utara, Kamis (24/5) .

Mereka menggelar aksi di Tugu Rencong Kutablang, di depan Taman Riyadah, dan terakhir di gedung DPRK Aceh Utara, yang mendapat pengawalan dari personel Polres Lhokseumawe.

Bacaan Lainnya

Saat menggelar aksi, mahasiswa mengusung isu “Selamatkan Indonesia Jilid II” dan juga membawa sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan “Selamatkan Indonesia, “Indonesia Negara Demokrasi Tapi Rasa Otoriter”, Damai Harga Mati”, dan lainnya.

Setelah beberapa menit berorasi, mereka kemudian disambut Wakil Ketua I DPRK Aceh Utara Mulyadi, dan Wakil Ketua II DPRK Zubir HT.

Koordinator aksi, Muhammad Fadli, mengatakan, ada beberapa poin petisi yang disampaikan. Pertama, tegakkan supremasi hukum sesuai Pasal 1 ayat (3) UUD 1945. “Karena kita melihat selama ini hukum tidaklah berjalan sesuai dengan konstitusi”.

“Kemudian, implementasikan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 tentang Persamaan Hak Dihadapan Hukum, dan implementasi Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 tentang Kebebasan Berpendapat”.

Selanjutnya, evaluasi pemilu Pileg dan Pilpres serentak, evaluasi kinerja Kapolri dan tegakkan fungsi pengawasan DPR terhadap Pemerintah.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikusaleh Royhan mengatakan, pihaknya juga meminta Komnas HAM agar menginvestigasi terkait pelanggaran HAM yang terjadi pada aksi 22 Mei 2019 di Jakarta.

“Kami meminta Komnas HAM agar mengusut tuntas, siapapun pelakunya itu harus mendapatkan hukuman berdasarkan peraturan yang berlaku. Karena ini menyangkut dengan marwah rakyat Indonesia dan hak asasi manusia,” ujar Royhan.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara Zubir HT menjelaskan, terkait petisi dari mahasiswa, hari ini secara bersama-sama mencoba telaah selama dalam konteks aturan dan peraturan yang berlaku, dan pihaknya siap mendukung langkah para mahasiswa.

Zubir menambahkan, apapun alasannya perlu dievaluasi dan dikaji penyebabnya, ujarnya.

“Untuk itu, kami keluarga besar DPRK Aceh Utara menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya beberapa peserta aksi 22 Mei 2019 di Jakarta,” pungkas Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara Zubir.

Reporter: Rahmat Mirza

Pos terkait