Aksi Mahasiswa di Lhokseumawe, Pak Wali Kota Jangan Asyik Ngopi

  • Whatsapp
bangunkan pemerintah lhokseumawe atas tidur panjangnya
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh saat menggelar aksi "bangunkan Pemerintah Kota Lhokseumawe atas tidur panjangnya", di Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin (29/7). Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh menggelar aksi “bangunkan Pemerintah Kota Lhokseumawe atas tidur panjangnya”, di Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin (29/7).

Massa mahasiswa menampilkan teatrikal tentang kondisi pedagang kaki lima di teras kantor wali kota.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa melanjutkan aksinya dengan orasi. Mereka juga ingin menjumpai Wali Kota Suaidi Yahya atau Wakil Wali Kota Yusuf Muhammad untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. Namun, wali kota dan wakil wali kota dikabarkan sedang dinas luar.

Pintu kantor dijaga Satpol PP dan Polisi. Sempat terjadi saling dorong dengan personel Satpol PP saat mahasiswa mencoba masuk ke dalam kantor untuk menjumpai wali kota. Mahasiswa akhirnya disambut Plt. Sekda Lhokseumawe, Miswar.

Koordinator lapangan aksi, Muhammad Fadli mengatakan, pihaknya menggelar aksi “bangunkan Pemkot Lhokseumawe atas tidur panjangnya”, karena sudah mendengar berbagai keluhan masyarakat setempat.

“Masyarakat mengeluh dan kecewa dengan berbagai kebijakan pemkot yang tidak pro rakyat kecil,” kata Fadli kepada wartawan di sela-sela aksi itu.

Sejumlah bangunan pasar tidak difungsikan setelah dibangun sehingga terbengkalai. Selain itu, lara pedagang kecil juga mengeluh karena saat berjualan di pinggiran jalan, lapak mereka ditertibkan oleh pemerintah, ujarnya.

Nasib pedagang kaki lima yang memprihatinkan, sementara wali kota asyik ngopi di warung kopi, kita gambarkan dalam teatrikal tadi. Kita juga membawa ‘mayat’, sebagai ilustrasi┬ápemimpin seperti sudah mati di kota ini.

“Seharusnya Wali Kota Lhokseumawe jangan asyik di warung kopi, tapi turun ke lapangan menjumpai, mendengarkan, dan mencintai rakyatnya,” kata Fadli. (*)

Pos terkait