Anggota DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

  • Whatsapp
sosialisasi empat pilar
Anggota DPR RI asal Aceh dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Illiza Sa'aduddin Djamal saat memberikan materi sosialisasi empat pilar kebangsaan di Banda Aceh, Selasa (4/2). Foto : Ist

BANDA ACEH – Anggota DPR RI asal Aceh dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Illiza Sa’aduddin Djamal memberikan materi sosialisasi empat pilar kebangsaan di Banda Aceh, Selasa (4/2).

Empat pilar kebangsaan diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Illiza, dalam kehidupan bernegara, harus kita pahami pondasi apa yang dapat memperkuat dan memperkokoh rasa persatuan.

Khusus Aceh, harus terus memperkuat identitas keislaman dan menegakkan Syariat Islam. Menegakkan dan menjalankan Syariat Islam dengan Amal Makruf Nahi Mungkar, maka kita telah menjalankan empat Pilar Kebangsaan.

“Empat pilar kebangsaan perlu kita pahami dan implementasikan dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara. Bila ada pilar yang runtuh maka runtuhlah bangsa kita,” sebutnya.

Memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Syariat Islam dalam kehidupan, maka kita telah menjalankan empat pilar kebangsaan.

“Karena Hubbul Wathan Minal Iman (Cinta Negara Bagian dari Iman),” sebutnya lagi.

Berharap agar perbedaan pendapat antar sesama dalam hal apapun agar dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dgn melibatkan semua pihak yang tahu, paham dan bijak.

“Akhirnya, dimana ada persatuan disitulah ada kemenangan,” jelasnya.

Tampung Aspirasi

Sosialisasi empat pilar kebangsaan diikuti seratusan warga dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Dalam pertemuan tersebut, Illiza selain menyampaikan materinya turut menampung aspirasi warga.

Sejumlah persoalan kebangsaan di nasional dan Aceh turut mencuat dalam pertemuan tersebut.

Ia memastikan akan mengawasi serius konsep pendidikan merdeka yang diusung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Menurutnya, pola pendidikan saat ini guru diarahkan merdeka dalam mendidik agar dapat mengembangkan kreatifitas.

“Namun harus terukur dan diawasi. Peserta didik harus ditingkatkan kapasitasnya, begitu juga para pengajar,” kata Illiza di Banda Aceh, Selasa (4/2).

Illiza menjelaskan Komisi X memiliki kapasitas mengawasi pendidikan di Indonesia. Menurutnya di era digital, semestinya pemerintah lebih mengembangkan lagi teknologi.

“Misalnya aplikasi untuk orang tua mengawasi anak dan guru di sekolah. Jadi guru masuk atau tidak juga dapat terpantau,” ujar mantan Wali Kota Banda Aceh tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Illiza, menanggapi harapan Warga Aceh Besar, Ainal Mardiah yang menjadi peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Ainal mengeluhkan masih adanya guru yang bekerja tidak profesional. Ia berharap Illiza dapat menyuarakan aspirasinya di DPR RI.

“Sekarang guru telah mendapatkan uang sertifikasi sampai jutaan, tapi masih juga ada guru yang berjualan di sekolah. Saya menyarankan agar ada program yang menyasar para guru,” harapnya.

Selain isu pendidikan, rencana penerbitan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja turut menjadi bahasan. Illiza memastikan Fraksi PPP akan terus mengawal kepentingan umat Islam.

Bahkan pihaknya menyatakan menolak tegas rencana penghapusan norma jaminan halal di RUU Cipta Lapangan Kerja.

“PPP menyatakan akan walk out kalau sertifikasi halal dihapus,” tegasnya. (*)

Pos terkait