Badan Intelijen Inggris Larang Penggunaan 5G Huawei

  • Whatsapp
badan intelejan inggris larang penggunaan perangkat 5g huawei
Foto: Doc Pri

LONDON – Huawei semakin terpukul. Sebelumnya masih banyak sekutu AS di daratan Eropa yang mengabaikan peringatan penggunaan perangkat 5G Huawei, tapi kini justru semakin banyak yang mengekor Trump.

Laman GSM Arena menyebutkan, menurut sebuah laporan tahunan dari National Cyber ​​Security Center Inggris, pabrikan China itu masih tidak dapat memperbaiki berbagai masalah dan kerentanan pada jaringan yang dihasilkan perangkatnya. Ini menimbulkan pertanyaan apakah produk masa depan Huawei dapat dikelola dengan risiko benar.

Bacaan Lainnya

Meskipun pengawas Inggris menyuarakan keprihatinannya, intelijen tidak menyebut larangan langsung terhadap peralatan 5G Huawei di British Raya.

Laporan Pusat Evaluasi Keamanan Dunia Maya Huawei mengatakan, dewan pengawas saat ini belum melihat apa pun untuk memberikan kepercayaan pada kemampuan Huawei membawa perubahan melalui program transformasi. Ini akan membutuhkan bukti berkelanjutan dari rekayasa perangkat lunak yang lebih baik.

“Kekhawatiran serupa dikeluarkan oleh (badan) telekomunikasi di Inggris,” sebut Financial Times.

Menurut mereka, jaringan sudah menguji teknologi 5G menggunakan peralatan Huawei. Karena itu, jika tidak digunakan akan membuat Inggris mundur dalam perlombaan peluncuran kecepatan gigabit. Padahal imbasnya juga akan menelan biaya industri ratusan juta pound untuk mengganti infrastruktur yang ada.

Semakin jauh ke dalam laporan, Anda dapat melihat banyak kritik bahwa Huawei tidak memiliki integritas end-to-end produk dan sistem manajemen komponen perangkat lunak dinilai rusak. Di samping itu juga ada beberapa kekhawatiran tentang keamanan peralatan yang menghubungkan jaringan radio ke pelanggan atau smartphone.

David Wang, Kepala R&D R&D Huawei mengatakan, setiap peralatan pemasok “pasti memiliki kerentanan” dan “laporan itu tidak menyarankan jaringan Inggris lebih rentan daripada tahun lalu”. Hal itu merupakan salah satu cara bagi Intelijen Inggris untuk mengatakan Huawei belum memperbaiki apa pun selama 12 bulan terakhir.


Sumber: Sindonews.com

 

Pos terkait