Banjir dan Longsor Jadi Bencana Yang Paling Sering Terjadi Sepanjang Mei 2020

  • Whatsapp
Peta penyebaran bencana di Provinsi Aceh selama Mei 2020. Foto : BPBA

BANDA ACEH – Frekuensi bencana banjir menjadi bencana yang paling banyak terjadi dibandingkan bencana lainnya yang terjadi di Provinsi Aceh pada bulan Mei tahun 2020 ini. Dari seluruh kejadian bencana yang berjumlah 95 kali kejadian, banjir mendominasi sebanyak 47 kali kejadian terdiri dari kategori banjir, longsor, banjir bandang dan satu kali banjir Rob.

Bencana kedua paling banyak yaitu kebakaran pemukiman yakni sebanyak 24 kali kejadian menghanguskan 28 unit rumah dan 14 ruko (warung). Angin Puting beliung terjadi sebanyak 15 kali kejadian, disusul oleh Abrasi yang terjadi di beberapa kabupaten sebanyak 7 kali kejadian. Terakhir, gempa bumi sebanyak 2 kali kejadian yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Sinabang.

Bacaan Lainnya

Wilayah yang paling banyak mengalami kejadian bencana pada bulan Mei tahun 2020 ini adalah Kabupaten Aceh Besar sebanyak 12 kali kejadian yang didominasi oleh Angin Puting beliung sebanyak 5 kali kejadian.

Selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Aceh Selatan sebanyak 8 kali kejadian yang didominasi oleh angin puting beliung dan abrasi masing-masing sebanyak 2 kali kejadian. Kabupaten Bireuen juga sebanyak 8 kali kejadian yang didominasi oleh angin puting beliung sebanyak 3 kali kejadian. Diikuti oleh Aceh Tengah dan Aceh Jaya sebanyak 7 kali kejadian bencana yang didominasi oleh banjir dan longsor.

Banjir paling banyak terjadi di Aceh Besar sebanyak 5 kali kejadian, diikuti oleh Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Tengah dan Sabang sebanyak 4 kali kejadian banjir.

Sementara itu, Kebakaran terjadi paling banyak di Aceh Barat dan Aceh Tenggara masing-masing 3 kali kejadian.

Angin Puting beliung paling banyak terjadi di Wilayah Aceh Besar sebanyak 5 kali kejadian dan Bireuen 3 kali kejadian.

Banjir yang terjadi di Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 menyebabkan terendamnya 2.109 unit rumah warga, 70 hektar sawah, dengan total kerugian mencapai 11,8 Miliar. Dengan korban terdampak berjumlah 2.237 KK, 4.974 Jiwa dari 183 Desa di 86 Kecamatan yang ada di Provinsi Aceh.

Dampak yang ditimbulkan akibat bencana di Aceh bulan April tahun 2020 antara lain banyaknya masyarakat yang terdampak bencana sebanyak 2.381 KK/, 5.552 Jiwa, pengungsi sebanyak 1.895 Jiwa.. Dan Total Kerugian secara Keseluruhan yang disebabkan oleh semua Bencana di bulan mei 2020 adalah 32 Miliar.

Sementara itu pada bulan mei juga terjadi 7 kali abrasi di beberapa wilayah Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan masing-masing terjadi 2 kali abrasi, sedangkan Aceh Barat Daya, Aceh Singkil dan Aceh Jaya masing-masing sebanyak 1 kali kejadian.

Selain itu pada bulan Mei Tahun 2020 ini kita masih disibukkan dengan adanya Bencana Wabah Covid-19 yang menghantui seluruh masyarakat Dunia dan Indonesia, terutama masyarakat Aceh. Di Provinsi Aceh sendiri hingga saat ini terkonfirmasi sudah ada 20 pasien positif covid-19.

Virus corona COVID-19 menyebar dengan cepat dari orang ke orang melalui tetesan bersin atau batuk yang keluar dari orang dengan infeksi COVID-19. Karena cepatnya penyebaran virus ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk melakukan lima 5 ini demi mencegah penyebaran virus corona.

1. Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan sabun dan air atau cairan berbasis alkohol. Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan cairan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

2. Pertahankan jarak fisik atau physical distancing setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin. Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Tangan menyentuh banyak permukaan dan virus dapat menempel. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.

4. Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, menjaga kebersihan pernapasan. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau anggota badan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas yang digunakan untuk menutupi bersih atau batuk. Tetesan yang keluar saat Anda bersin atau batuk menyebarkan virus. Dengan mengikuti saran ini, Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus.

5. Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi mereka terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda. Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya. (*)

Pos terkait