Becak Menjadi Momok Bagi Pengguna Jalan Raya di Abdya

  • Whatsapp
undang-undang lalu lintas

BLANGPIDIE – Lalu-lintas merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Undang-undang dan berbagai peraturan dibuat untuk memastikan setiap individu berlaku tertib di jalan umum.

Seperti beberapa waktu yang lalu sempat pula pihak berwenang menggelar acara bertajuk keselamatan berlalu lintas yang diselenggarakan secara massif hampir di seluruh pelosok negeri, termasuk di Blangpidie, Aceh Barat Daya pada 10 Maret 2019 silam.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, rupanya berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara baik berupa sosialisasi, razia, maupun tindakan langsung (tilang) masih belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Di Aceh Barat Daya secara umum masih kerap terlihat berbagai pelanggaran lalu-lintas baik terhadap marka jalan ataupun cara berkendara yang tidak sesuai dengan aturan.

Seperti sebuah sepeda motor yang dimodifikasi menjadi becak, sejatinya kendaraan tersebut beroda dua dengan kapasitas dua orang penumpang, tetapi becak bisa memuat hingga 10 orang melenggang di jalan raya sebagaimana terekam kamera di kawasan kota Blangpidie beberapa waktu lalu.

Tidak jarang model kendaraan seperti ini menimbulkan kecelakaan, apalagi jika melintas malam hari, sedangkan lampu -lampu penunjang keselamatan biasanya tidak terpasang sehingga mengundang bahaya bagi semua pengguna jalan.

Bambang Supriadi seorang sopir angkutan umum di Blangpidie mengaku sering mengalami kejadian membahayakan.

“Becak itu sering berjalan di malam hari tanpa lampu yang bisa tiba-tiba sudah ada di depan kita, lebar kendaraan hampir sama dengan mobil yang kadang menyulitkan kita untuk mendahului atau menghindar. Entahlah…!” Terang Bambang sambil angkat bahu ketika diminta komentarnya.

Pos terkait