Bencana Kebakaran Pemukiman dan Karthula Mendominasi di April 2019

  • Whatsapp
ahmad dadek waspada tanah longsor erupsi gunung sinabung
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), H. T. Ahmad Dadek, SH. Foto: Doc Pri

BANDA ACEH – Frekuensi Kebakaran pemukiman masih tinggi di Aceh pada bulan April tahun 2019 ini. Dari seluruh kejadian bencana yang berjumlah 62 kali kejadian, kebakaran pemukiman mendominasi sebanyak 20 kali kejadian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh H.T. Ahmad Dadek, SH menyebutkan bahwa untuk data rekap bencana sementara pada bulan April tahun 2019 dengan 62 kali kejadian bencana di Aceh maka total kerugian mencapai kurang lebih  Rp 12,5 Miliar.

Bacaan Lainnya

Bencana yang paling banyak terjadi yaitu kebakaran pemukiman sebanyak 20 kali kejadian, disusul oleh kebakaran hutan dan lahan sebanyak 12 kali kejadian, banjir 11 kali kejadian dan gempa bumi yang meningkat menjadi 7 kali kejadian.

Wilayah yang paling banyak mengalami kejadian Bencana di bulan April tahun 2019 ini adalah Kota Sabang sebanyak 8 kali kejadian dan didominasi oleh gempa bumi yang berkisar Magnitude 5 SR tetapi tidak berpotensi tsunami. Aceh Jaya dan Langsa sebanyak 7 kali kejadian bencana disusul Aceh Barat sebanyak 5 kali kejadian dan diikuti oleh Lhokseumawe, Aceh Besar dan Aceh Tenggara sebanyak masing-masing 4 kali kejadian.

Kebakaran pemukiman paling banyak terjadi di Kota Langsa, Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya masing-masing sebanyak 2 kali kejadian. Sedangkan Angin Puting Beliung paling banyak terjadi di Kabupaten Bener Meriah sebanyak 3 kali kejadian.

“Kebakaran Hutan dan Lahan terjadi paling banyak di Kota Langsa yakni masing-masing sebanyak 5 kali kejadian,”Teuku Dadek dalam press releasenya Minggu (5/5).

Sedangkan banjir genangan terjadi 4 kali pada bulan April yakni di kabupaten Aceh Jaya dan merendam 404 rumah warga. Longsor juga sempat terjadi 6 kali pada bulan April yakni paling banyak terjadi di Kabupaten Aceh Barat sebnyak 3 kali

Dampak yang ditimbulkan akibat bencana di Aceh bulan April tahun 2019 antara lain banyaknya masyarakat yang terdampak bencana sebanyak 644 KK/,   1,027  Jiwa, pengungsi sebanyak 45 Jiwa. Kerugian akibat bencana yang paling banyak dialami adalah di Kabupaten Aceh Jaya sebesar Rp. 2 Milyar disusul Kota Langsa Rp. 1,8 Miliyar- dan Kabupaten Nagan Raya sekitar Rp.500 Juta.

Kebakaran masih menjadi bencana paling banyak terjadi, terutama kebakaran pemukiman. Sebenarnya kebakaran pemukiman hanya dapat diminimalkan dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat misalnya dengan memerika instalasi listrik yang sudah tua yang menjadi sebab utama kebakaran. Sedangkan penyebab lainnya adalah perlu kewaspadaan dalam mengelola sumber panas di rumah tangga seperti mematikan kompor dan barang-barang eletronik yang tidak terpakai.

Mengingat kebakaran hutan dan lahan masih sering terjadi yakni 35 kali di awal tahun 2019(Januari-April), Badan Penanggulangan Bencana Aceh laksanakan Workshop Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) Aceh sebanyak tiga tahap yakni di banda Aceh, Meulaboh dan Takengon yang direncanakan sepanjang Tahun Anggaran 2019.

Kalak BPBA menyebut bahwa pemateri yang dihadirkan pada Workshop tersebut terdiri dari BPBA, BNPB, BMKG, KODAM IM, POLDA ACEH dan DLHK Aceh. Diharapkan pada akhir kegiatan ini nantinya peserta workshop dapat lebih memahami Kebijakan Nasional tentang Karhutla, Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, Partisipasi TNI dan Masyarakat dalam Karhutla, Penegakan Hukum dalam Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Betapa pentingnya dilakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla karena telah menjadi isu Nasional bahkan Internasional akibat dampak kerugian yg ditimbulkan kejadian tersebut.” Ungkap Teuku Dadek didampingi oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBA, Ir. M. Syahril, MM.

BPBA sangat concern untuk melakukan upaya-upaya penguatan Organisasi/Instansi terkait Pencegahan dan Pengendalian Karhutla di Aceh dengan pengalokasian  pada Tahun Anggaran 2019 untuk Pengadaan Sarana dan Prasarana Penanganan KARHUTLA melalui pelaksanaan Workshop dan Bimbingan Teknis bagi petugas guna peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusianya.

Pada bulan April ini masyarakat Aceh juga dikagetkan dengan gempa yang terjadi di Kota Sabang dari tanggal 1 April hingga 19 April yang sudah tercatat 6 kali yang bisa dirasakan getarannya oleh masyarakat, gempa tersebut berkisar antara magnitude 5 SR tetapi tidak berpotensi tsunami. BPBA terus melakukan upaya mitigasi bencana gempa dan tsunami dengan melakukan simulasi/drill

di daerah yang rawan akan bencana tersebut seperti di Banda Aceh dan Meulaboh. (*)

Pos terkait