BI Lhokseumawe Musnahkan Uang Berbagai Pecahan Tidak Layak Edar

  • Whatsapp
bank indonesia lhokseumawe
Bekas uang kertas (uang tidak layak edar) setelah dihancurkan oleh BI dimasukkan dalam kantong plastik. Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe memusnahkan dengan cara menghancurkan uang rupiah yang sudah termasuk kategori Uang Tidak Layak Edar (UTLE).

Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal mengatakan, uang tidak layak edar yang dimusnahkan itu adalah uang kertas berbagai pecahan mulai nominal Rp1.000 sampai Rp100.000. Fungsi BI di bidang pengedaran uang pertama adalah perencanaan. Setelah dicetak, BI menginginkan uang yang diedarkan kepada masyarakat itu bersih, kemudian balik lagi ke BI sehingga dihancurkan uang-uang yang sudah tidak layak edar.

Bacaan Lainnya

Tentunya dalam hal ini kita sudah punya standar sendiri. Perbankan pada saat menyetor uang ke Bank Indonesia bahwa mereka sudah memisahkan yang mana uang layak dan mana tidak layak edar, kata Yufrizal.

Oleh karena itu, uang tidak layak edar tersebut pihaknya menghancurkan atau memusnahkan hingga menjadi debu dan dimasukkan ke dalam kantong plastik, selanjutnya bekas uang yang sudah hancur itu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. BI sudah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait menyangkut pembuangan bekas uang dimaksud bahwa dibolehkan untuk membuang di sana, karena tidak ada bahan beracun yang berbahaya.

Untuk uang logam (tidak layak edar) pun demikian, akan dihancurkan. Akan tetapi kalau kita belum punya mesin penghancur uang logam maka kita kirim ke BI Medan, Sumatera Utara. Artinya, baik uang kertas maupun uang logam yang sudah tidak layak edar itu akan dimusnahkan dan tidak akan beredar lagi.

“Setiap minggu kami (BI) melakukan pemusnahan uang rupiah yang sudah termasuk kategori Uang Tidak Layak Edar,” pungkas Yufrizal. (*)

Pos terkait