BI Lhokseumawe Tertibkan Money Changer Tidak Berizin

  • Whatsapp
penertiban money changer di lhokseumawe
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe bersama Polres Lhokseumawe melakukan penertiban terhadap Money Changer tidak berizin di Kota Lhokseumawe, Senin (26/8). Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

 

LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe bersama Polres Lhokseumawe melakukan penertiban terhadap penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) tidak berizin di Kota Lhokseumawe, Senin (26/8).

Bacaan Lainnya

Penertiban itu mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank yang mengatur bahwa setiap penyelenggara KUPVA BB wajib memperoleh izin usaha dari Bank Indonesia.

Kepala KPw BI Lhokseumawe, Yufrizal, mengatakan, KUPVA BB atau lebih dikenal dengan sebutan money changer merupakan kegiatan penukaran valuta asing yang dilakukan dengan mekanisme jual dan beli uang kertas asing serta pembelian cek pelawat. Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan mapping yang sebelumnya telah dilakukan KPw BI Lhokseumawe untuk mengidentifikasi adanya kegiatan usaha tidak berizin itu.

Dari hasil mapping tersebut, kata Yufrizal, ditemukan empat kegiatan usaha penukaran valuta asing tidak berizin yang teridentifikasi. Dengan rincian dua penyelenggara di Kota Lhokseumawe dan dua lainnya di Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Kata dia, penertiban dilakukan dengan penjelasan mengenai perizinan KUPVA BB yang dilanjutkan dengan kegiatan pemasangan stiker dan penandatanganan surat pernyataan penghentian kegiatan usaha penukaran valuta asing sampai dengan yang bersangkutan telah mendapatkan izin usaha dari Bank Indonesia.

“Sejauh ini pihak-pihak yang ditertibkan itu telah bersikap kooperatif sehingga kegiatan penertiban dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Selanjutnya kita (KPw BI Lhokseumawe) akan memonitor pemenuhan komitmen dari pihak-pihak yang telah ditertibkan tersebut,” kata Yufrizal.

Oleh karena itu, lanjut Yufrizal, diharapkan kepada penyelenggara yang telah dikenakan pemasangan stiker penertiban di lokasi usaha, dilarang keras untuk merusak, melepas, ataupun memindahkan stiker penertiban dimaksud. Apabila itu juga dilakulan maka dapat dikenakan ancaman pidana sesuai Pasal 232 KUHP.

“Kita mengimbau agar pelaku KUPVA tidak berizin lainnya segera menghentikan kegiatan usahanya dan mengajukan izin ke Bank Indonesia (BI). Sebagai informasi bahwa pengurusan izin penyelenggara KUPVA BB di Bank Indonesia adalah gratis tanpa dipungut biaya apapun,” ungkap Yufrizal.

Di samping itu, Yufrizal juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan KUPVA BB yang telah memperoleh izin Bank Indonesia. Masyarakat juga diimbau menginformasikan kepada KPw BI Lhokseumawe ataupun call center BI 131 jika menemukan pihak-pihak diduga melakukan kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin dari Bank Indonesia. (*)

Pos terkait