BNN Musnahkan 5 Hektare Ladang Ganja di Sawang, Aceh Utara

  • Whatsapp
ganja di ie mudek
Direktur Narkotika BNN RI, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Brigjend Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kristiyanto bersama tim gabungan memusnahkan ladang ganja seluas 5 hektare di Dusun Alue Ie Mudek, Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (3/11/2020). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia kembali memusnahkan 5 hektare ladang ganja di kawasan perbukitan Dusun Alue Ie Mudek, Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (3/11). Pemusnahan ini melibatkan puluhan personel BNN dibantu TNI/Polri.

Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kristiyanto bersama BNN dan tim gabungan memusnahkan ladang ganja seluas 5 hektare di Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (3/11). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Pemusnahan dilakukan dengan cara mencabut tanaman bantang ganja dengan ketinggian melebihi dua meter kemudian membakarnya di lokasi. Lokasi ladang ganja itu berada di atas perbukitan dengan ketinggian sekitar 230 meter di atas permukaan laut.

Bacaan Lainnya

Direktur Narkotika BNN RI, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Brigjend Pol Sulistyo Pudjo Hartono saat di ladang ganja Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (3/11). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Direktur Narkotika BNN RI, Brigjen Pol Aldrin M P Hutabarat mengatakan, penemuan ladang ganja ini berdasarkan hasil penyelidikan tim BNN satu minggu lalu. Diperkirakan terdapat puluhan ribu batang ganja yang ditanam di tanah dan sepuluh ribu yang masih ditanam di polybag.

Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat saat memberikan keterangan pers kepada para Pewarta disela-sela pemusnahan tanaman ganja di Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara Selasa (3/11). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Brigjen Aldrin juga mengatakan, pemusnahan ladang ini melibatkan 117 personel tim gabungan yang terdiri atas BNN, TNI, Polri, Tim Kejaksaan Negeri, Dinas Pertanian Aceh Utara dan anggota Satpol PP Aceh Utara.

“Pemusnahan ladang ganja ini tidak akan berakhir di sini, kita tetap akan terus mencari ladang ganja lainnya untuk dimusnahkan. Karena ini merupakan perang terhadap narkoba,” ujarnya.

Aldrin meminta kepada masyarakat untuk tidak menanam tanaman terlarang tersebut. “Kita meminta masyarakat yang menanam ganja untuk dapat dialihkan menanam tanaman yang memiliki nilai ekonomis,” pungkas Brigjen Aldrin. (mad)

Pos terkait