BNN Musnahkan Ladang Ganja Seluas 5 Hektare di Aceh Utara

  • Whatsapp
BNN RI bersama tim gabungan memusnahkan ladang ganja seluas 5 hektare di Dusun Cot Rawatu, Desa Jurong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (25/8/2020). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama tim gabungan memusnahkan ladang ganja seluas 5 hektare di pedalaman Dusun Cot Rawatu, Desa Jurong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (25/8).

Pemusnahan itu juga melibatkan tim dari Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor Lhokseumawe, Kodim Aceh Utara, Polsek Sawang, Satpol PP Aceh Utara, dan Dinas Pertanian Aceh Utara.

Bacaan Lainnya

Ladang ganja seluas 5 hektare di pedalaman Dusun Cot Rawatu, Desa Jurong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Ladang ganja itu setelah dicabut sampai akar, lantas dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi kebun oleh BNN bersama unsur TNI-POLRI, Kajari Aceh Utara dan Muspida plus setempat. Selain itu, rangkang atau gubuk yang ada di lahan itu juga ikut dibakar.

Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat mengatakan, lokasi tanaman ganja itu ditemukan berdasarkan hasil pengembangan BNN yang mencurigai adanya ladang ganja di Kabupaten Aceh Utara.

Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat saat memberikan keterangan pers kepada para Pewarta disela-sela pemusnahan tanaman ganja, Selasa (25/8). kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Penemuan ladang ini terjadi berulang-ulang kali di wilayah tersebut. ”Ini berangkatnya dari tim Kami BNN RI melakukan penyelidikan kurang lebih 2 hari lalu, di beberapa tempat khususnya wilayah Kabupaten Aceh Utara. Dari beberapa titik itu ditemukanlah di titik Dusun Cot Rawatu,” kata Aldrin kepada para Pewarta disela-sela pemusnahan tanaman ganja, Selasa (25/8).

Aldrin menambahkan, lahan ganja itu ditemukan di ketinggian 135 meter di atas permukaan laut. Dengan usia tanaman bervariasi 2 hingga 6 bulan.

Jumlah tanaman itu sekitar 10 ribu batang dan semuanya sudah dimusnahkan di lokasi. Kalau dihitung-hitung berat basahnya 6 ton, ujarnya.

Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Aldrin Hutabarat. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Ia mengatakan, jika ini tanah negara maka akan dialihfungsikan lahan ini agar bermanfaat kepada masyarakat lokal menggantikan tanaman ganja ke jenis holtikultura lainnya, misalnya dengan menanam jagung.

Dalam pemusnahan tersebut, pihaknya melibatkan sekitar 150 personel gabungan dengan menempuh jarak lebih kurang sekitar 30 menit perjalanan.

Aldrin Hutabarat melanjutkan, sekarang aparat sedang memburu keberadaan pemilik lahan tersebut. (mad)

Pos terkait