BNNK Kota Banda Aceh Akan Terus Sosialisasikan Bahaya Narkoba

  • Whatsapp
penyalahgunaan narkoba di aceh
Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra, ST, MM, MT saat temu pers di kantor BNNK di Kawasan Beurawe, Banda Aceh, Rabu (4/12). Foto : Ist

BANDA ACEH – Merespon dengan makin maraknya penyalahgunaan narkoba di Aceh menuntut lembaga dan instansi yang bertanggungjawan untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba secara tepat. Salah satu pendekatan yang dilakukan di Aceh yakni menyosialisasikan bahaya narkoba melalui pendekatan agama dan kearifan lokal.

“Saat Rapat Kerja di BNN Pusat kita Banda Aceh dan khususnya Provinsi Aceh meminta agar cara mengatasi penyalahgunaan narkoba dengan pendekatan agama,” kata Hasnanda Putra, ST, MM, MT, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh, saat temu pers di kantor BNNK di Kawasan Beurawe, Banda Aceh, Rabu (4/12).

Bacaan Lainnya

Saat menjelaskan sejumlah penanganan narkoba khususnya di Kota Banda Aceh, Hasnanda Putra turut didampingi Kasubbag Umum Fuzla Hanum SE.Ak, M.S.Ak , Kasi P2M Jufri SH, Kasi Rehabilitasi Desi Rosdiana, S.KM.

Langkah-langkah preventif ditempuh sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap Narkoba. Program dan kegiatan yang dilakukan dalam hal menekan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba menyasar kaum muda (anak-anak, remaja, pelajar, dan mahasiswa) yang merupakan target pasar jaringan sindikat Narkoba.

“Memang ada pendekatan yang dilakukan berbasis masyarakat, jadi khusus untuk Aceh itu kita juga terapkan pendekatan berbasis agama. Karena paling efektif pendekatan itu, berbasis agama,” katanya.

Dikatakannya, dalam melaksanakan sosialisasi, sesuai dengan aturan sebagaimana dijalankan BNN RI, hanya saja khusus Banda Aceh diisi dengan pendekatan agama. Dengan pendekatan ini, katanya, telah banyak berhasil dan sangat efektif.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan untuk sosialisasi bahaya narkoba diantaranya melalui safari subuh, zikir maupun menitipkan pesan kepada para ulama agar dalam setiap tausiahnya menyisipkan pesan-pesan tentang bahaya narkoba.

12 Anak Jalanan Direhabilitasi

Hasnanda juga menyebutkan, sebanyak 12 anak jalanan yang terpapar narkoba mengikuti rehabilitasi rawat jalan di klinik BNNK Banda Aceh. Selain itu, juga terdapat 2 orang lainnya dari kalangan umum menjalani program rehabilitasi rawat jalan di klinik BNNK Banda Aceh.

Dari 14 orang tersebut, dua diantaranya telah selesai menjalani rawat jalan, satu orang dirujuk ke BNNK Lhokseumawe dan satu dirujuk ke pesantren.

“Jadi ada 10 residen masih menjalani rehab rawat jalan di klinik BNNK Banda Aceh,” ujar Hasnanda.

Dari tabel layanan rehabilitasi rawat jalan tahun 2019, terlihat, jumlah pemakai narkoba sebanyak 5 orang dengan 4 orang laki-laki dan satu perempuan. Sedangkan untuk pemakai sabu hanya satu orang.

Sementara pemakai sabu dan ngelem (hisap lem) sebanyak tiga orang terdiri dari dua orang laki-laki dan satu perempuan.

“Untuk kasus ngelem ada tiga orang, sedangkan untuk pemakai ketiganya yakni sabu, ganja dan ngelem ada dua orang yang menjalani rehabilitasi rawat jalan tahun ini,” sebutnya.

Dia meyakini bahwa di Kota Banda Aceh masih banyak yang terlibat penyalahgunaan narkoba, namun secara pribadi maupun keluarga enggan melaporkan diri karena berbagai alasan, seperti takut nanti ditangkap dan malu.

“Jadi kita tegaskan tidak ada tindakan hukum bagi siapa saja yang ingin mengikuti rehabilitasi dan berniat sembuh dari kecanduannya,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BNNK Banda Aceh itu juga menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian BNN dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di tahun 2018 sebanyak 69,066 jiwa warga Aceh yang terpapar narkoba.

“Angka tersebut didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa,” kata Hasnanda.

Untuk memperkecil angka penyalahgunaan narkoba khususnya di Banda Aceh, pihaknya akan bersinergi dengan berbagai kalangan, dan pemerintah juga diharapkan bisa mengambil sikap dalam menyelesaikan masalah narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa.

Lebih lanjut Hasnanda Putra, menyampaikan bahwa BNN Kota Banda Aceh pada kegiatan Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) telah melakukan kegiatan antara lain :BNN menyapa, pemberdayaan masyarakat anti narkoba, menghadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Banda Aceh 2019 yang pada acara temu pers ikut hadir yaitu Syukrullah dan Khumaira (Juara 1 Duta Anti Narkoba serta Muhammad Aleif dan Putri Yuliza (Wakil 1 Duta Anti Narkoba).

“BNN Kota Banda Aceh melaksanakan Pelatihan Life Skill bagi 15 orang masyarakat Gampong Lampaloh, berupa pembuatan Payung dan Tudung Saji Khas Aceh,” ungkapnya. (*)

Pos terkait