BPBA Gelar Simulasi Bencana di Aceh Selatan

  • Whatsapp
bpba aceh selatan

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar kegiatan simulasi bencana banjir di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (30/4) siang, dengan melibatkan 600 peserta dari perwakilan instansi lembaga terkait daerah itu.

Kepala BPBA Aceh H Teuku Ahmad Dadek, SH dan Kapolres Aceh Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dedy Sudsono menyebutkan, kegiatan simulasi yang digelar hari ini dipusatkan di Lapangan Bola Kaki Gampong Ladang Rimba Kecamatan Trumon Tengah, bertindak selalu inspektur apel siaga Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono sebagai perwakilan pemerintah setempat.

Bacaan Lainnya

Dikatannya, dipilihnya Trumon Tengah sebagai lokasi simulasi, karena daerah tersebut merupakan salah satu kawasan yang tiap tahunnya dilanda banjir termasuk banjir kiriman dari Kabupaten lain seperti Aceh Tenggara. Kegaiatan simulasi ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan di Trumon Tengah setelah dilakukan pemantapan pelaku dan gladi simulasi banjir selama dua hari yang diikuti oleh fasilitator dan petugas lapangan.

Ia menambahkan, kegiatan yang sama, sebelumnya pernah dilaksanakan oleh BPBA juga telah melakukan rapat pemantapan di Kantor Camat Trumon Tengah dan rapat persiapan yang dilaksanakan di gedung pemuda Gampong Ladang Rimba Kecamatan Trumon Tengah sehingga telah terbentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana di Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya.

Tindak lanjut diterbitkannya Surat Keputusan Kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana. Disamping itu hasil yang diperoleh selama BPBA melangsungkan kegiatan di Trumon Tengah adalah lahirnya Gampong Siaga dan Tangguh Bencana (GASTANA), pemasangan rambu evakuasi dan tersusunnya dokumen Peraturan Gampong tentang Pengurangan Risiko Bencana Banjir di Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya di Kecamatan Trumon Tengah.

Simulasi banjir dilaksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun dan disepakati bersama selama berlangsungnya pendampingan oleh BPBA di Kecamatan Trumon Tengah  berjalan dengan lancar dan kemudian dilanjutkan proses evaluasi dipimpin oleh Kasi Pencegahan BPBA, Yudhie Satria, SST.MPSSP dibantu Fazli, SKM, M.Kes dan Safrizal, M.Si dengan melibatkan pemantau (Observer) yang sebelumnya telah dibekali bagaimana cara melakukan observasi pelaksanaan simulasi banjir dibeberapa titik yang telah ditentukan berdasarkan standar operasi prosedur yang telah diterjemahkan ke dalam skenario simulasi banjir dengan mengisi formulir yang telah disiapkan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah diterjemahkan ke dalam bentuk skenario simulasi.

Pemerintah Aceh melalui BPBA telah menggandeng Unsyiah untuk bekerjasama di bidang pengurangan risiko bencana khusus di Trumon terkait penyusunan dokumen studi kelayakan penanggulangan banjir kawasan Trumon Kabupaten Aceh Selatan yang ditandai dengan penandatanganan kerjasama di gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala, 29 Maret 2019 yang turut disaksikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT dan Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Samsul Rizal.

Menindaklanjuti kerjasama tersebut beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Tapak Tuan yang diikuti oleh BPBD dan Instansi/Lembaga terkait di Kabupaten Aceh Selatan disamping BPBA dan TDMRC Unsyiah. FGD yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran tersebut bertujuan sebagai langkah untuk kajian awal studi kelayakan penanggulangan banjir dengan metode pengumpulan data dan informasi serta memuat penanganan dengan konsep penyelesaian banjir bertitik tolak pada penanganan banjir secara menyeluruh, bukan hanya pada penanggulangan secara lokal akibat banjir.

Tim TDRMC Unsyiah dan BPBA juga telah meninjau ke kawasan banjir di Trumon untuk mendapatkan bahan kajian baik sumber masalah ataupun dampak baik kondisi alam maupun sosial ekonomi masyarakat melalui pengukuran lapangan, pengkoleksian data-data sekunder, maupun wawancara dengan masyarakat setempat.

BPBA selanjutnya telah merencanakan untuk membangun dua unit Gedung Tempat Evakuasi Banjir di Kecamatan Trumon Tengah pada tahun anggaran 2020. Gedung evakuasi tersebut tidak hanya akan digunakan untuk penyelamatan masyarakat setempat dari ancaman banjir namun juga bisa digunakan untuk pos koordinasi, pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar seperti operasional dapur umum dan kegiatan lainnya selama penanganan darurat bencana banjir. (*)

Pos terkait