Bupati Aceh Besar Tidak Beli Mobil Baru

  • Whatsapp
Muhajir SSTP MAP, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar. Foto : Humas Pemkab Aceh Besar

ACEH BESAR – Terkait dengan berkembangnya isu Bupati Aceh Besar Ir. H Mawardi Ali, bahwa adanya mobil dinas baru dimasa pandemi ini, hal itu tidak benar karena sampai saat ini bupati tidak pernah membeli mobil baru.

Hal itu disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar, Muhajir SSTP MPA Kepada Kanalinspirasi.com, Rabu (19/8).

Bacaan Lainnya

“Tentunya menjadi perhatian kita semua khususnya pemerintah daerah, dan dapat kami sampakan bahwa, mobil Toyota Kijang Innova yang digunakan saat ini merupakan mobil Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang ada di perwakilan Aceh Besar di Jakarta yang selama ini dititipkan di kantor perwakilan Aceh,” ungkapnya.

Muhajir, menepis berbagai tundingan menyoal penggadaan mobil dinas baru di lingkungan Pemkab Aceh Besar saat pandemi semakin meningkat.

Lebih lanjut, Kabag Humas dan Protokol Aceh Besar Muhajir mengatakan, mobil tersebut digunakan selama ini sebagai operasional kepala daerah bila ada kegiatan dinas di Jakarta. Namun mengingat saat ini masa pandemi covid-19 dan kegiatan di luar daerah tidak dilaksanakan, maka mobil tersebut di bawa pulang ke Aceh.

“Dan hal ini juga mengingat intesitas kegiatan Bupati Aceh Besar sangat padat, sehingga dibutuhkan mobil operasional cadangan. Dan hal tersebut sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor 11 Tahun 2007 tetang perubahan Permendagri Nomor 7 tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Pemerintahan Daerah,” ujarnya.

Disampaikan juga, bahwa mobil Innova tersebut bukan pengadaan tahun 2020, namun kata Muhajir, mobil yang pengadaannya jauh sebelum adanya pandemi Covid-19. Sebelum memasuki masa pandemi, pada tahun anggaran 2020 Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memang mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mobil dinas operasional untuk bupati.

Namun, katanya, sesuai dengan perintah dari Bupati Aceh Besar, bahwa anggaran tersebut di alihkan untuk penanganan Covid di Aceh Besar.

“Kami menyayangkan atas komentar beberapa pihak terkait isu-isu yang tidak benar sehingga membuat kegaduhan di masyarakat terkait keberadaan mobil tersebut, seharusnya kita dapat memberi dukungan kepada pemerintah daerah Aceh Besar yang saat ini sangat fokus dalam menangani pandemi covid-19,” tuturnya. (zal)

Pos terkait