Bupati Aceh Jaya Terima DIPA Tahun 2020 dari Plt Gubernur Aceh

  • Whatsapp
dipa 2020 aceh jaya
Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB saat menerima DIPA TA 2020 yang diserahkan secara simbolis oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berlangsung di Aula GSG Kantor Gubernur Aceh, Kamis (21/11). Foto : Humas Setda Aceh

BANDA ACEH – Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB menerima DIPA TA 2020 diserahkan secara simbolis oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berlangsung di Aula GSG Kantor Gubernur Aceh, Kamis (21/11)

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Aceh Jaya juga menerima penghargaan Menteri RI atas Capai Standar Tertinggi (CST) dalam pengelolaan keuangan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)

Bacaan Lainnya

“Pada tahun ini, Aceh Jaya kembali meraih penghargaan dari Kementerian sebagai indikator tata dan pengelolaan keuangan kita masuk dominasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ,” tutur Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB

Semua ini, lanjutnya, tidak terlepas dari hasil kerja keras SKPK dan juga sumbangsih dari seluruh elemen masyarakat Aceh Jaya.

“Terima kasih saya ucapakan kepada seluruh pegawai yang telah berkontribusi baik tenaga, waktu dan pikiran untuk meraih hasil yang terbaik untuk Aceh Jaya,” ujar Irfan.

Sementara itu, Dalam laporanyan Kepala Kanwil Ditjen Pembedaharaan Provinsi Aceh, Zaid Burhan Ibrahim, Mengungkapkan jika Dana Insentif Daerah (DID) mengalami penambahan drastis mencapai 292,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya dialokasikan sebesar Rp 16,67 milyar.

“kenaikan dana DID merupakan apresiasi pemerintah pusat atas prestasi jajaran Pemerintah Daerah se Provinsi Aceh atas raihan 100 persen opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama dua tahun berturut-turut,” ungkap Zaid

Selain itu, lanjutnya, penetapan APBA sebelum akhir tahun menjadi indikator utama kedua yang menjadi alasan bertambahnya alokasi DID Provinsi, Kabupaten dan Kota se Aceh.

Adapun indikator kinerja Pemerintahan yang dinilai sangat baik oleh Pemerintah Pusat adalah kinerja Kesehatan Fiskal Daerah, kinerja pengelolaan keuangan daerah, Kinerja pelayanan publik daerah pelayanan dasar publik di bidang pendidikan, kesehatan dan Infrastruktur pelayanan pemerintahan umum, serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Indikator kinerja yang menjadi tolak ukur yang menjadi penambahan alokasi DID pada Provinsi, Kabupaten dan Kota se Aceh.

Zaid juga menambahkan bahwa semakin meningkatnya alokasi tranfer ke daerah dan Dana Desa di 2020, agar digunakan dengan efektif dan akuntabel untuk peningkatan dan pemerataan pembagunan di seluruh Kabupaten dan Kota Provinsi Aceh.

Selain itu, penyerahan DIPA Kementerial Negara/Lembaga dan TKDD TA 2020 yang diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Aceh hari ini secara simbolis, dimaksudkan agar seluruh satuan kerja dan Pemeritah Daerah dapat segera melaksanakan tahapan lelang sejak sekarang.

Hal tersebut sebagai langkah mengefektifkan pelaksanaan anggaran TA 2020, meskipun proses penandatanganan kontrak tetap dilaksanakan pertanggal 2 Januari 2020.

“Tujuannya tentu agar perekonomian di Aceh dapat di dorong lebih cepat. Menggerakan dunia usaha lebih awal dan membuka lapangan kerja lebih banyak. Seluruh program dan proyek yang akan dilaksanakan, diharapkan menggunakan bahan baku dan tenaga lokal sehingga agar yang dialokasikan dalam APBA, dapat mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh lebih baik lagi. Ungkap Zaid.

Zaid menerangkan jika Total Belaja Negara yang disalurkan kepada Provinsi, Kabupaten dan Kota mencapai Rp. 15,9 triliun. Alokasi dana tersebut terbagi atas belanja pada Kementerian/Lembaga sebesar Rp. 14,47 triliun dan alokasi Tranfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp. 37,16 triliun.

Pada belanja Kementerian/Lembaga tersebar dalam 785 DIPA Satuan Kerja se Provinsi Aceh dengan rincian Belanja Pegawai sebesar Rp. 6,7 triliun. Belanja Barang Rp. 4,6 triliun. Belanja Modal sebesar Rp. 3,38 triliun dan Belanja Bansos sebesar Rp. 46,03 milyar.

“Untuk anggaran tranfer ke Daerah dan Dana Desa mengalami peningkatan Rp. 844 milyar dibandingkan dengan tahun lalu,” jelasnya

Alokasi dana tersebut, tambahnya, dari Alokasi Umum sebesar Rp. 16 triliur. Dana Bagi Hasil Pajak sebesarĀ  Rp. 406 milyar. Dana Bagi Hasil SDA sebesar Rp. 486 milyar. Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp. 2,7 triliun. DAK Non fisik sebesar Rp. 3,4 triliun. Dana Insentif Daerah sebesar Rp. 514,9 triliun. Dana Otsus sebesar 8,37 triliun serta Dana Desa sebesar Rp. 5,05 triliun.

“Ada pun peningkatan Anggaran masing-masing Dana Insentif Daerah sebesar Rp. 383.86 milyar. Dana Alokasi Umum Rp. 769,81 milyar. Dana Desa sebesar Rp.94,8 milyar dan dana Otonomi Khusus sebesar Rp. 16,67 milyar,” tutupnya. (*)

Pos terkait