Cabuli Anak Dibawah Umur, MS Dibekuk Sat Reskrim Polresta Banda Aceh

  • Whatsapp
satreskrim polresta banda aceh
MH alias HS Berhasil Dibekuk Unit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh karena melakukan tindak pidana perbuatan persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur, Senin (21/10). Foto: Doc Satreskrim Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH – Unit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil mengungkap serta menangkap pelaku tindak pidana perbuatan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (16/6) silam sekitar pukul 15.00 WIB. Satuan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP M.Taufiq,SIK itu berhasil menangkap pelaku MS alias HS di daerah Lembah Seulawah, Aceh Besar (21/10).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M.Taufiq,SIK mengatakan pelaku melakukan perbuatan tersebut didalam kamar rumah korban ASP dan disebuah toko Laundry dikawasan Geuceu Iniem, Banda Aceh.

Bacaan Lainnya

“Pelaku MS alias HS, melakukan perbuatannya dengan korban ASP di rumah korban dan disebuah toko Laundry, pada saat melakukan perbuatan tersebut, pelaku mendokumentasikan perbuatan itu dengan Ponsel miliknya,” kata Kasat Reskrim.

Pelaku tidak saja mendokumentasikan perbuatan tersebut, akan tetapi menyebarkan video rekaman sehingga korban saat ini telah dikeluarkan dari kampus ternama di Banda Aceh, lanjut Taufik.

Taufiq menjelaskan, pelaku MS alias HS memiliki hubungan dengan korban ASP (16) yaitu sebagai pacar, dibawah rayuan pelaku, dianya berhasil melakukan hubungan terlarang dengan korban diperkirakan lebih dari satu kali.

“Jika dilihat dari lokasi kejadian, selain dirumah korban, pelaku dan korban juga melakukan hubungan badan di sebuah toko laundry dikawasan Geuceu Iniem,” ujarnya.

Awal dari mencuatnya perbuatan tersebut, pada hari Kamis (2/5) sekitar pukul 17.30 WIB, AT (saudara kandung korban) menyerahkan sebuah handphone kepada orang tuanya NA, dengan memperlihatkan sebuah video yang diperankan oleh korban dengan pelaku.

Atas dasar video tersebut, NA meminta penjelasan kepada korban ASP perihal video tersebut, dan ASP menjawab dengan benar bahwa didalam video tersebut merupakan ASP dan MS alias HS.

NA selanjutnya melaporkan ke pihak Kepolisian atas dasar pengakuan korban dibuktikan dengan Laporan Polisi Nomor: LP.B/328/VII/ YAN.2.5./2019/Spkt, Tanggal 17 Juli 2019.

Bukan hanya itu, video korban telah disebarkan oleh pelaku MS alias HS kepada orang lain, sehingga ASP dikeluarkan dari sebuah kampus ternama di Banda Aceh.

Pelaku saat ini sudah mendekam di sel Polresta Banda Aceh guna mempertanggung jawabkan perbuatnnya. Atas perbuatannya itu, pelaku MS alias HS dikenakan Pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 Jo UU RI Nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. (*)

Pos terkait