Camat Dewantara Bersama PT PIM Bersihkan Sampah di Area Jembatan Perbatasan

  • Whatsapp
Mobil Buldozer membersihkan tumpukan sampah di area Jembatan perbatasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dengan Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Jumat (20/11/2020). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Camat Dewantara berkolaborasi dengan Humas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Organisasi Kepemudaan melakukan kegiatan bakti sosial ‘membasmi’ sampah di area Jembatan perbatasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dengan Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Jumat (20/11).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjaga kesehatan warga dari berbagai sumber penyakit. Di lokasi tersebut sering menumpuk sampah yang dibuang oleh masyarakat sekitar perbatasan.

Turut ikut serta bakti sosial sejumlah pihak diantaranya, Kepala Humas PT PIM, Nasrun. Kemudian Perwakilan DLHK Aceh Utara, Wahyu. Lalu organisasi kepemudaan seperti KNPI, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), dan Panglima Laot Kecamatan Dewantara, serta pengamanan dari personel Polsek Dewantara dibantu Security PT PIM.

Camat Dewantara Nawafil Mahyuda.

Camat Dewantara Nawafil Mahyuda mengatakan, sampah tersebut menjadi salah satu sumber penyakit. Padahal di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti ini, masyarakat harus rajin menjaga kesehatan agar terhindari dari berbagai penyakit termasuk terinfeksi COVID-19.

Membuang sampah di lokasi tersebut juga aktivitas ilegal, karena tempat tersebut bukan merupakan lokasi pembuangan sampah dan kini akan ditutup. Sementara itu, pihaknya sedang menyiapkan lokasi khusus untuk tempat pembuangan sampah atau TPS baru agar masyarakat lebih tertib dan tidak buang sampah secara ilegal, kata Yuda.

Mobil Buldozer membersihkan tumpukan sampah di area Jembatan perbatasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dengan Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Jumat (20/11/2020). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

“Sampahnya lebih dari 25 ton sehari. Sementara di lokasi ini tidak hanya warga Dewantara saja, warga lain juga ikut buang sampah di tempat ini,” katanya. Oleh karena itu, ia berahap ada tambahan armada atau mobil pengangkut sampah agar sampah yang menumpuk bisa tertangani.

Yuda, meminta masyarakat untuk bisa mulai mengelola sampahnya sendiri, tidak hanya dibuang. Misalnya bisa buat pupuk kompos untuk sampah organik atau bisa dijadikan pot bunga dari sampah plastik atau sampah non organik, dan lain sebagainya. Ada banyak yang bisa dikerjakan, bisa dipelajari dari berbagai media misal channel youtube, pungkas Camat Nawafil Mahyuda. []

Pos terkait