Camat Se Aceh Besar Kunker ke Badan Informasi Geospasial RI

  • Whatsapp
kunker bersama big
Foto: Doc Pri

BOGOR – Sebanyak 11 camat yang ada dalam wilayah Aceh Besar melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Informasi Geospasial (BIG), Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/03/19).

Kedatangan rombongan camat dari Aceh Besar yang didampingi Kabag Tata Pemerintahan Drs. Subki disambut Kabid pemetaan wilayah Badan Informasi Geospasial Ir Eko Arianto di Aula Rapat Gedung E BIG Bogor.

Bacaan Lainnya

Eko Arianto mengatakan, delineasi batas desa/wilayah secara kartometrik merupakan langkah percepatan pemetaan wilayah, namun tidak mudah untuk penyelesaian permasalahan tapal batas ini.

Ia menhakui, pihaknya terus berupaya agar nantinya hasil dari penyelesaian batas wilayah kita dapat menentukan peta wilayah sehingga menjadi suatu dokumen agar tidak terjadi permasalahan lain nantinya. “ Penjadwalan Tim BIG untuk penetapan lokasi batas wilayah ke Kabupaten Aceh Besar akan dilakukan pada bulan Juni mendatang,” ungkap Eko.

Eko menegaskan bahwa tahapan proses delineasi batas desa harus dilakukan baik dari tim PPBDES hingga penyelesaian oleh tim kabupaten agar proses pembuatan peta nantinya terutama di wilayah Aceh Besar.

Menurutnya, peranan camat dalam hal ini sangat menentukan dalam penyelesaian masalah dan konflik yang terjadi dalam masyarakat. “Jadi kami mohon agar para camat untuk menfasilitasi untuk membentuk kesepakatan batas-batas antar desa karena hal ini juga berpengaruh pada alokasi dana desa,” tuturnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Aceh Besar sudah mengunjungi BIG dan ini merupakan kunjungan pertama para camat se Indonesia untuk audiensi serta koordinasi mengenai Batas Wilayah Desa terutama wilayah Aceh Besar.

Sementara itu Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar Drs. Subki bersama 11 orang camat dalam Kabupaten Aceh Besar seperti camat Simpang Tiga M. Basir, Camat Baitussalam Abu Bakar dan camat lainnya menyampaikan beberapa kendala serta permasalahan yang dihadapi diwilayah desa.

“Berbagai konflik batas antar desa dan kecamatan juga menjadi bahan utama pembahasan karena di pacu oleh perencanaan pembangunan jalan tol Aceh terutama wilayah Aceh Besar yang dilintasi oleh pembangunan jalan tol tersebut,”ungkapnya.

Camat Simpang Tiga M Basir menambahkan, pihaiknya menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan materi-materi secara teoritis mengenai pemetaan dan batas wilayah antar desa.

“Dokumen hasil penyelesaian batas wilayah juga menjadi bahan dasar bagi kami untuk menyelesaikan masalah di wilayah kecamatan masing-masing,”pungkas M Basir yang mantan Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Besar. (adv)

Pos terkait