Catatan Perjalanan Kasus Polio di Indonesia, Kini Ditemukan di Aceh

  • Bagikan
Ilustrasi Net

Kanalinspirasi.com, Banda Aceh | Saat ini dunia memasuki tahap akhir eradikasi polio, sehingga setiap 1 kasus polio yang ditemukan harus dinotifikasi ke WHO dan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sesuai tingkatan administrasi.

Kementerian Kesehatan melaporkan 1 kasus ditemukan di Aceh pada bulan November ini, dan menyatakan Indonesia dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Menurut Kemenkes, KLB dapat terjadi pada level desa, kecamatan, kabupaten dan kota maupun Propinsi. KLB nasional dinyatakan bila kasus meluas dan ditemukan di beberapa provinsi sesuai penyelidikan epidemiologi

“Tanggal 10 November 2022 Kabupaten Pidie menemukan 1 kasus polio, sehingga Pemda Pidie menetapkan KLB polio tingkat Kabupaten Pidie,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu baru-baru ini.

Situasi di Indonesia

Laman infeksi emerging Kemenkes menyebutkan, setelah dilaksanakan PIN (Pekan Imunisasi Nasional) polio tiga tahun berturut-turut pada tahun 1995, 1996 dan 1997, virus polio liar asli Indonesia (indigenous) sudah tidak ditemukan lagi sejak tahun 1996.

Namun pada tanggal 13 Maret 2005 ditemukan kasus polio importasi pertama di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kasus polio tersebut berkembang menjadi KLB yang menyerang 305 orang dalam kurun waktu 2005 sampai awal 2006. KLB ini tersebar di 47 kabupaten/kota di 10 provinsi.

Selain itu juga ditemukan 46 kasus Vaccine Derived Polio Virus (VDPV) yaitu kasus polio yang disebabkan oleh virus dari vaksin, yang terjadi apabila banyak anak yang tidak di imunisasi, di mana 45 kasus di antaranya terjadi di semua kabupaten di Pulau Madura dan satu kasus terjadi di Probolinggo, Jawa Timur.

Setelah dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), dua kali mop-up, lima kali PIN, dan dua kali Sub-PIN, KLB dapat ditanggulangi sepenuhnya.

Kasus Virus Polio Liar (VPL) terakhir yang mengalami kelumpuhan ditemukan pada tanggal 20 Februari 2006 di Aceh. Sejak itu tak pernah ditemukan lagi dan kini kembali ditemukan di Pidie, Aceh.

Sumber: Jawa Pos

  • Bagikan