Cegah Corona Kapal PLTD Apung Akan Ditutup? Ramza Harli: Jangan, Sediakan Saja Hand Sanitizer

  • Whatsapp
pemerintah kota banda aceh
Anggota DPRK Banda Aceh Fraksi Gerindra, Ramza Harli

BANDA ACEH – Seiring kebijakan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meliburkan aktifitas sekolah selama dua pekan kedepan, untuk mencegah penyebaran virus Corona, terdengar isu rencana penutupan sementara objek wisata. Salahsatunya objek wisata situs Tsunami Kapal PLTD Apung, di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRK Banda Aceh Ramza Harli menegaskan tidak perlu dilakukan penutupan objek wisata Kapal PLTD Apung.

Bacaan Lainnya

“Tidak perlu dilakukan penutupan objek wisata, karena akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat gampong,” kata Ramza kepada Kanalinspirasi, saat meninjau objek wisata situs Tsunami Kapal PLTD Apung di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Ahad (15/3).

Menurutnya, penutupan objek wisata akan membawa dampak lain ditengah masyarakat seperti perekonomian. Karena  banyak warga dan pemuda Punge Blang Cut yang mencari nafkah dari keberadaan objek wisata Kapal PLTD Apung, seperti berjualan dan perpakiran.

Lanjutnya, dengan menyediakan Hand Sanitizer atau pencuci tangan di akses pintu keluar masuk objek wisata yang dikoordinir oleh petugas, akan lebih efektif mencegah penularan virus penyakit termasuk Covid-19 yang sedang menjadi masalah kesehatan global.

“Solusinya, Pemerintah melalui instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan menyediakan Hand Sanitizer kepada pengunjung,” lanjut anggota dewan dari fraksi Gerindra yang juga warga Desa Punge Blang Cut tersebut.

Selain itu, kata Ramza, Dinas Kesehatan juga bisa menyediakan masker yang dititipkan kepada pihak gampong sebagai pengelola objek wisata, untuk dijual dengan harga yang wajar.

“Langkah lain adalah pembagian masker bagi petugas atau bisa dijual kepada pengunjung yang dalam kondisi tidak sehat, seperti batuk, tentunya dengan harga yang wajar,” lanjutnya.

Ramza juga menyarankan agar diberikan sosialisasi kepada petugas objek wisata tentang tindakan dan cara tepat guna mencegah virus tersebut tidak menular di lokasi wisata.

“Walaupun kita lihat situasi di tengah masyarakat masih biasa-biasa saja, tetapi kita jangan menganggap sepele, karena kalau satu orang saja sudah terjangkit, maka virus akan menyebar kemana-mana, sehingga sudah terlambat untuk pencegahan, dan pemerintah akan kewalahan menanganinya,” ucap Ramza lagi.

Saat dunia sedang dihadapkan pada kekhawatiran penyebaran wabah virus Corona, namun objek wisata Kapal PLTD Apung masih ramai dikunjungi wisatawan. Dengan ramainya pengunjung objek wisata khususnya pada hari libur, menjadi lokasi berkumpulnya ramai orang hingga sangat rentan terjadi penyebaran virus penyakit, termasuk Virus Covid-19 atau Corona yang saat ini menjadi masalah global.

“Namun demikian kita imbau masyarakat untuk tidak panik, tetap kuat bersama mencegah penularan virus, karena hal ini bukan tanggungjawab pemerintah semata, melainkan butuh dukungan seluruh warga kota,” pesannya.

Ramza juga mengimbau masyarakat gampong Punge Blang Cut tetap berdoa dan meningkatkan ibadah, mendoakan warga gampong terhindar dari wabah virus Corona. Termasuk mengkonsumsi makanan untuk memperkuat daya tahan tubuh dan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan.

“Ramaikan Shalat berjamaah lima waktu, karena Wudhu akan mencegah penularan virus, serta aktifkan kegiatan pengajian dan zikir di Masjid Subulussalam Punge Blang Cut,” pungkas Ramza.

Dukungan agar objek wisata Kapal PLTD Apung tetap buka juga disampaikan pemuda Punge Blang Cut, Basri, yang aktif mengelola parkir.

“Kalau lokasi wisata PLTD Apung ditutup, kami sulit mencari nafkah, jadi sebaiknya tetap dibuka untuk pengunjung tapi dengan standar kesehatan yang lebih ketat,” harap Basri. (*)

Pos terkait