Covid-19, Ketahanan Pangan Terancam

  • Whatsapp
pangan buruk
Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir. Fuadi Akhmad. Foto : Ist

Pandemi Covid-19 yang kini melanda belahan dunia, tak terkecuali Provinsi Aceh, akan menimbukan dampak serius bagi ketahanan pangan dan bisa menimbulkan krisis pangan, sehingga berakibatkan buruk kepada ketahanan gizi dalam masyarakat, maka perlu adanya satu solusi yang terpadu dari lintas sektor dalam upaya menangani kebutuhan pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksebilitas, pemanfaatan serta pendapatan.

Ketahanan pangan disama pandemi seperti sekarang ini, bukan hanya bermakna pada kecukupan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya alam dari masyarakat lokal.

Bacaan Lainnya

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, ini perlu adanya upaya program dan kegiatan yang dapat memberi kontribusi langsung, baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang sehingga dapat memanfaatkan sebagai gizi utama bagi masyarakat.

Pembangunan pangan menjadi sektor pertumbuhan di antara sektor lain, ini menunjukkan pangan menjadi andalan di tengah pandemi covid-19 saat ini. Pandemi menjadi momentum konsolidasi semua pihak mulai dari tingkat pusat, daerah dan masyarakat dalam satu kolaborasi untuk menjadikan pangan sebagai kebutuhan bersama.

Maka dengan memanfaatkan pekarangan menjadi salah satu strategi dalam menjaga ketersediaan pangan dalam pandemi. Kebutuhan sayuran dan lainnya sangat penting untuk menunjang imunitas tubuh dan itu dapat dipenuhi dari pekarangan.

Dengan program dan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dapat menjadi contoh dalam mewujudkan ketersediaan pangan dalam keluarga.

Karena maksud dan tujuan program ini yang di lakukan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat yaitu kegiatan budidaya berbagai jenis sayuran dan komoditi lainnya dengan memanfaatkan pekarangan disekitar rumah atau lahan kosong yang tidak produktif dengan pengembangan rumah bibit, demplot, pertamanan, dan pasca panen serta pemasaran.

Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahan pangan berbasis keluarga, mayoritas masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan seadanya saja, padahal bila di optimalkan dengan komoditi yang beragam akan dapat menjadi andalan dalam pemenuhan gizi dan ekonomi keluarga.

Dalam optimalisasi perlu adanya koordinasi lintas sector yang terintergrasi dalam penangganan yang berkelanjutan dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga serta masyarakat.
Dengan adanya program yang terintergrasi dalam pelaksanaan penangganan pangan keluarga melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) akan terwujud kebutuhan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman serta halal.

Penulis : Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir Fuadi Akhmad

Pos terkait