Darurat Corona, Rahmat Aulia: Jika Pemerintah Terlambat Bertindak Aceh Bisa Jadi Kuburan Massal

  • Whatsapp
covid-19
Foto : Ist

ACEH BESAR – Berbagai langkah konkrit serta protokol keselamatan harus segera di jalankan untuk pencegahan covid-19. Selama ini setiap arahan dan instruksi baik dari Gubernur dan Bupati tidak berjalan efektif serta tidak mendapat respon yang baik oleh segenap masyrakat.

Sebagian besar masyarakat masih beraktifitas seperti biasa seolah olah tidak ada kejadian apa-apa. Hanya lembaga pemerintah seperti sekolah dan perkantoran yang menjalankan instruksi tersebut, sedangkan warkop, transportasi umum, jalanan masih terlihat normal.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak ingin karena pemerintah terlambat dalam mengambil kebijakan dan keputusan yang tepat hanya akan menjadikan Aceh sebagai ladang kuburan massal berikutnya, karena mencegah lebih baik dari mengobati,” tegas Anggota DPRK Aceh Besar, Rahmat Aulia, Sabtu(28/3) kepada Kanalinspirasi.

Melihat fenomena bertambahnya jumlah pasien terkait covid 19 di Aceh Besar dan Aceh pada umumnya, Rahmat menganggap pemerintah harus segera mengambil tindakan dan kebijakan tegas serta strategis untuk melawan virus covid-19 secara bersama sama.

“Saya rasa apa yang telah terjadi di China, Italia, Spanyol dan beberapa belahan negara lain yang sudah duluan terjangkiti covid 19 bisa menjadi pelajaran hidup bagi kita semua, terutama pemerintah yang punya wewenang dan tanggungjawab penuh dalam menjaga keselamatan rakyatnya,” kata Rahmat Aulia yang juga Ketua KNPI Aceh Besar.

Menurut Rahmat, langkah-langkah konkrit yang bisa di ambil Pemerintah Aceh, yakni menutup perbatasan Aceh-Sumut baik melalui jalur Singkil-Subulussalam, Kutacane maupun jalur Aceh Tamiang, hanya mobil angkutan barang dan kenderaan izin khusus yang di biarkan lewat tentunya dengan telah melewati prosedur pemeriksaan yang tepat. Pemerintah kemudian memastikan ketersediaan kebutuhan makanan pokok selama masa tanggap covid 19 ini terjamin.

“Pemerintah Aceh juga harus segera menyiapkan protokol penanganan medis baik berupa perekrutan tenaga medis yang profesional, penyediaan APD yang memadai serta tempat tinggal tim medis dan rumah sakit khusus penanganan covid 19 dan berbagai kebutuhan lainnya,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN)  tersebut.

Terkait rencana Isolasi terbatas, kata Rahmat, pemerintah harus segera duduk dan memikirkan solusi dan dampak yang di timbulkan nantinya, karena masyarakat Aceh sudah cukup dewasa dan berpengalaman dalam menghadapi masa-masa sulit semacam itu. Karena pernah merasakan dan menjalani masa-masa isolasi saat masa konflik Aceh dan musibah maha dahsyat seperti Tsunami 2004.

“Jadi sekarang mari kita sama-sama bergandengan tangan melawan musibah covid 19 ini secara bersama-sama pula, insyallah kita bisa,” Rahmat Aulia optimis.

Rahmat juga kami menyambut baik surat Bupati Aceh Besar bertanggal 27 Maret 2020 yang menghendaki di tutupnya Bandara Sultan Iskandar Muda sampai meredanya penyebaran virus covid 19

“Jika tetap harus buka penerbangan karena alasan kebutuhan barang maupun logistik medis, maka bandara atau penerbangan harus di tutup untuk mengangkut penumpang umum. Karena sifat virus pada umumnya terjangkit karena adanya carrier atau pembawa dari luar,” lanjutnya.

Rahmat berharap Bupati Aceh Besar juga menggandeng Keuchik dan perangkat gampong untuk sama-sama melakukan sosialisasi, pencegahan dan penanganan masalah covid-19.

“Keuchik dan perangkat gampong yang sangat tahu terhadap keadaan dan kondisi real di lapangan dan sangat efektif untuk memberikan informasi apapun sejak dini kepada petugas kesehatan jika forum keuchik dilibatkan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait