DenArhanud–001 Latihan Menembak Senjata Berat di Pantai Kuala Cangkoi

  • Whatsapp
Latihan Menembak Senjata Berat, Alutsista TD-2000B Detasemen Arhanud-001 Aceh bertempat di Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara, Kamis (10/12/2020). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Detasemen Artileri Pertahanan Udara (DenArhanud)-001/CSBY melaksanakan kegiatan latihan menembak senjata berat (Latbakjatrat) berlangsung selama lima hari 07-11 Desember 2020, di pesisir Pantai Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.

Latihan bakjatrat dipimpin oleh Komandan Detasemen Arhanud-001 Mayor Arh Alse Ariyanto, serta melibatkan 122 personil DenArhanud, menggunakan Alutsista (alat utama sistem persenjataan) TD-2000 B terdiri dari 3 meriam 57 mm AA Gun, kaliber 57mm/tarik dengan sasaran jarak capai efektif 6 km, 2 FCV-1 dengan ketinggian sasaran maksimal 4 km, 1 unit FCDV-1 dengan jarak pandang maksimal 15 km, 1 unit radar SR-74 dengan jarak maksimum 40 kilometer, menghabiskan 300 butir amunisi.

Bacaan Lainnya

Latihan Menembak Senjata Berat, Alutsista TD-2000B Detasemen Arhanud-001 Aceh bertempat di Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara, Kamis (10/12/2020). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Dan DenArhanud-001 Mayor Arh Alse Ariyanto mengatakan, latihan bakjatrat bertujuan untuk melatih kemampuan dan kemahiran prajurit dalam menembak senjata berat yaitu meriam serta meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mengawaki Alutsista TD 2000B sehingga dapat mewujudkan kesiapan operasional satuan dalam menghadapi ancaman serangan udara yang semakin canggih.

Saat ini kita memiliki Alutsista TD-2000 B terdiri dari 12 meriam, 8 unit rudal FCV-1 dilengkapi rudal QW-3, 4 unit FCDV-1 atau alat kendali tembak dan 1 unit Radar SR-74. Alutsista ini sudah canggih memiliki sistem yang komplit, khususnya di meriam bisa menembakkan dengan menggunakan sistem manual semi automatis dan elektronik, tidak hanya dikendalikan oleh manusia, tapi melalui alat pengendali tembak bisa ditembak juga.

“Kita selalu berupaya supaya prajurit semakin profesional, tidak menutup kemungkinan nanti negara kita sewaktu-waktu ada ancaman musuh terutama khususnya musuh serangan udara, karena di daerah Lhokseumawe dan Aceh Utara banyak terdapat Objek Vital Nasional (Ovit) diantaranya PT Perta Arun Gas (PAG), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PLTMG Arun, dan PT Perta Hulu Energi (PHE) NSB NSO.

Komandan Detasemen Arhanud-001 Mayor Arh Alse Ariyanto. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

Perlu diketahui bersama, Arhanud Rudal kenapa diletakkan di Aceh, karena detasemen Arhanud Rudal di Indonesia cuma ada 4. Detasemen Arhanud-001 di Aceh, 002 di Bontang, 003 di Cikupak dan 004 di Dumai. Oleh karena itu, tidak semua diwilayah Indonesia ini ada Detasemen Arhanud Rudal,” ujar Mayor Arh Alse Ariyanto, kepada wartawan di lokasi latihan menembak senjata berat, Kamis (10/12).

Dan DenArhanud berharap dengan ada kegiatan seperti ini, khususnya event Latbakjatrat, selain melaksanakan latihan, kita juga melaksanakan kegiatan yang bisa membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Bagaimana pun juga prajurit diciptakan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

“Alhamdullilah, dalam pelaksanaan kegiatan Latihan bakjatrat semuanya berjalan dengan lancar dan yang paling penting bagi kami, faktor keselamatan dan faktor kesehatan yang paling utama,” pungkas Dan DenArhanud. []

Pos terkait