Di Aceh Besar, Ada Bidan Desa Yang Tidak Tinggal di Gampong Yang Ditetapkan

  • Whatsapp
bidan aceh besar
Muhibuddin Ibrahim, dalam kunjungan masa reses pertama tahun persidangan 2019 -2020, Sabtu (2/11) di gampong Luthu Dayah Krueng, kecamatan Sukamakmur, Mukim Sibreh.

ACEH BESAR – Tidak tersedianya bidan gampong menjadi salahsatu keluhan yang disampaikan sejumlah Keuchik kepada anggota DPRK Aceh Besar Muhibuddin Ibrahim, dalam kunjungan masa reses pertama tahun persidangan 2019 -2020, Sabtu (2/11) di gampong Luthu Dayah Krueng, kecamatan Sukamakmur, Mukim Sibreh.

Masalah tidak ada bidan desa salahsatunya diungkapkan keuchik Kayee Adang, yang menyebut nama bidan sudah ada sesuai SK dan fasilitas tempat tinggal juga sudah tersedia, namun bidan tidak menetap di gampong tersebut.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Muhibuddin menyebut dari data yang diperolehnya, Aceh Besar memang kekurangan tenaga bidan sekitar 200 orang. Namun dirinya tetap akan meminta keterangan Kepala Dinas Kesehatan tentang peyebaran penugasan bidan desa.

“Jika ada bidan yang tidak bertugas di desa yang sudah ditetapkan, sementara polindes ada, berikan nama kepada saya, akan kita proses segera,” tegas Muhibuddin yang akrab disapa Ucok Sibreh.

Jika bidan tidak berada di gampong, akan mempersulit proses persalinan masyarakat yang mungkin terpaksa harus ke puskesmas atau rumah sakit di luar gampong. Muhibuddin menyebut, ini akan mempengaruhi program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar ini juga meminta masyarakat untuk menyambut baik kehadiran bidan yang bertugas di desa.

“Masyarakat juga kita minta menerima kehadiran bidan ditengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, sehingga bidan juga betah dan nyaman berada di gampong,’harapnya.(*)

Pos terkait