Di Medan, Pembagian Qurban Pakai Barcode

  • Whatsapp
Masjid Jami Silalas Jalan Sei Deli Kelurahan Silalas, Medan Barat, menyembelih 14 ekor hewan kurban, Sabtu (1/8/2020) dan daging hewan kurban dibagikan kepada warga menerapkan sistem barcode. Foto : Sindonews.com

MEDAN – Berqurban merupakan perkara yang umum dilakukan oleh kaum muslimin saat perayaan Hari Raya Idul Adha.

Namun ada yang menarik dengan pembagian qurban di Masjid Jami’ Silalas Jalan Sei Deli Kelurahan Silalas, Medan Barat.

Bacaan Lainnya

Dalam penyembelihan hewan kurban tahun ini, pembagian daging hewan kurban dilakukan dengan menggunakan sistem barcode yang tertera pada kupon.

Ketua BKM Masjid Jami’ Silalas, Musa Idhishah atau yang akrab disapa Doddy menjelaskan, pada saat pendataan, panitia kurban akan meminta kepada Kepala Lingkungan (Kepling) untuk melakukan pendataan dengan cara mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Setelah mendapatkan KTP, panitia akan langsung menginput data warga dan memasukannya ke dalam aplikasi yang sudah dipersiapkan. Sistem barcode ini, kata Dodi, mengadopsi kurban Masjid Agung Medan.

Sistem pembagian daging kurban secara data kependudukan online ini adalah kali pertama diterapkan di Masjid Jami Silalas. Kemudian, setelah memasukan data ke dalam aplikasi, nantinya panitia akan mengeluarkan kupon berbasis barcode (kumpulan data optik yang dibaca mesin).

“Tujuan menerapkan sistem barcode untuk mempermudah panitia dalam membagikan daging kurban kepada umat Muslim. Sebelumnya, setiap calon penerima daging kurban, wajib menyerahkan fotokopi KTP. Nantinya kepling menggambil fotokopi KTP warganya masing-masing untuk menerima kupon dengan barcode pembagian daging kurban. Setelah itu kupon akan langsung diantarkan ke rumah penerima daging,” terang Doddy saat ditemui di lokasi penyembelihan hewan.

Adik kandung Wakil Gubernur Sumut Musa Rajecksah yang juga pengurus di Masjid Agung Medan ini, mengatakan, dengan adanya data online, di tahun berikutnya, panitia tidak lagi harus menunggu warga untuk menyerahkan daging kurban.

Sebab, panitia sudah memiliki data awal yang nantinya langsung mencetak kupon kepada penerima daging kurban. Hanya saja, panitia akan mendata lagi bagi warga yang berpindah domisili atau meninggal dunia.

Ke depan, Doddy mengatakan, sistem barcode ini akan dikenalkan kepada sejumlah masjid yang ada di Kota Medan. “Mudah-mudahan, tahun depan kita ajak beberapa mesjid dan akan kita lakukan pelatihan,” ujarnya.

Pos terkait