Dianiaya, Gadis 16 Tahun Laporkan Ibu Tiri dan Ayahnya

  • Whatsapp
Penyidik unit PPA Polres Aceh Utara memeriksa seorang wanita asal Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara yang menganiaya anak tirinya. Doc.Humas Polres Aceh Utara
Penyidik unit PPA Polres Aceh Utara memeriksa seorang wanita asal Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara yang menganiaya anak tirinya. Doc.Humas Polres Aceh Utara

ACEH UTARA – Seorang gadis berinisial N (16) asal Gampong asal Gampong di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara melaporkan kedua orang tuanya ke Polisi pada Senin (22/7/2020). Gadis itu melaporkan ibu tirinya dan ayah kandung ke kantor polisi terkait perkara kasus penganiayaan.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi, kepada awak media, Selasa (7/7/2020) membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait penganiayaan yang dilakukan oleh orang tuanya.

Rustam mengatakan berawal dari laporan itu, personel Sat Reskrim Polres Aceh Utara kemudian mengamankan pasangan suami istri berinisial AM (60 tahun) dan R (45 tahun), keduanya kini mendekam di ruang tahanan Mapolres setempat.

“Penganiayaan yang dilaporkan korban terjadi pada Minggu 21 Juni 2020 tepat di depan rumah pasutri yang kini jadi tersangka,”katanya.

Lebih lanjut, Kanit PPA Sat Reskrim Bripka T Ariandi menerangkan jika Korban mengaku dianiaya oleh Ibu tiri dan ayah kandungnya, penganiayaan itu pula terjadi di depan mata Ibu kandung korban Mar (52 tahun).

Pihaknya juga mengaku telah memiliki surat Visum Et Referum dari kejadian penganiayaan yang dialami korban.

T Ariandi menjelaskan, sebelumnya korban dan pelaku R (ibu tiri) adu mulut, kemudian datang AM membawa potongan kayu dan menyerahkannya pada R untuk memukul korban, bahkan AM juga ikut memukul anaknya itu dengan tangannya.

Setelah pemukulan itu datang seorang saksi AZ melerai kejadian itu dan menyuruh korban pulang, namun karena baru saja dipukuli, korban tidak bisa mengendarai sepeda motornya, sehingga korban dan ibunya dibawa AZ kerumah Keuchik.

“Karena diketahui keributan disertai kekerasan antara korban dan pelaku sudah sering terjadi, perangkat Desa setempat mengarahkan korban dan ibu kandungnya untuk membuat laporan Polisi,” ujarnya. []

Pos terkait