Diduga Tertekan Tidak Naik Kelas, Seorang Bocah di Blitar Akhiri Hidup

  • Whatsapp
jp tewas kasubbag humas polres langkat calon haji meninggal duniakota baubau
Ilustrasi Orang Meninggal Dunia. Foto: Ist

BLITAR – Bocah bernisial JP (15) warga Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar ditemukan dalam keadaan tewas di rumahnya. JP diduga sengaja mengakhiri hidup dengan cara meminum racun pestisida (racun serangga) sisa menyemprot tanaman jagung.

Yang memprihatinkan, aksi nekat yang dilakukan JP diduga gara gara tertekan karena dua kali tidak naik kelas. “Korban diduga depresi karena dua kali tidak naik kelas, “ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi kepada wartawan Jumat (31/1).

Ketika duduk bangku di sekolah dasar, JP sempat dua kali tidak naik kelas. Informasi yang dihimpun, nilai akademis JP tergolong kurang baik. Kemudian saat lulus dari sekolah dasar, pihak sekolah menyarankan JP untuk masuk pondok pesantren.

Meski menyikapi dengan diam diduga yang bersangkutan merasa tertekan. Dugaan aksi bunuh diri berlangsung Kamis malam (30/1) saat JP usai membantu menyemprot tanaman jagung di ladang tidak jauh dari rumahnya. “Korban sempat meminta ibunya untuk dibuatkan kopi, “terang Sodik.

Saat ibunya menyeduh kopi di dapur, korban melancarkan aksinya meminum racun serangga yang sebelumnya ia gunakan untuk menyemprot jagung. JP ditemukan tergeletak dengan ciri orang keracunan. “Keluarga sempat mencoba menyelamatkan dengan memberi minum air kelapa, “terang Sodik.

Karena tidak ada reaksi, korban langsung dilarikan ke klinik yang berada di Kecamatan Panggungrejo. JP belum sempat mendapat perawatan. Karena saat dicek petugas medis memastikan nyawa JP sudah tidak tertolong. “Dalam pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan, “kata Sodik.

Menurut Sodik kematian JP dipastikan murni karena bunuh diri. Namun dalam peristiwa ini petugas tidak melakukan otopsi karena adanya penolakan dari pihak keluarga JP. Pihak keluarga menerima kejadian bunuh diri sebagai sebuah musibah. “Pihak keluarga tidak menghendaki otopsi terhadap jenazah korban, “jelas Sodik.

Pos terkait