Diperiksa 12 Jam, Akmal Hanif: Saya Siap Jalani Segala Keputusan Hukum

  • Whatsapp
akmal hanif
CEO Elhanief Group H. Akmal Hanif Lc. Foto : Doc Pri

BIREUEN – CEO Elhanief Group H. Akmal Hanif Lc menjalani pemeriksaan oleh tim Penyidik Polda Aceh, Jumat (2/10) di Polsek Samalanga, Bireun. Pemeriksaan tersebut terkait laporan agen perwakilan Elhanief Tour & Travel Kabupaten Aceh Tengah.

Tiba dari kota Lhokseumawe sekitar pukul 14.00 WIB, Akmal Hanif bersama Manager Elhanief Tour & Travel, Ratna, langsung menjalani pemeriksaan tim penyidik Polda Aceh. Keduanya menjawab berbagai pertanyaan tim penyidik, terkait penundaan pemberangkatan jamaah Umrah Aceh Tengah pada bulan April 2019.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan atas Pimpinan perusahaan Elhanief tersebut dilakukan di Samalanga yang dekat dengan tempat tinggal Ratna, yang saat itu berada dalam kondisi kurang sehat dan tidak bisa meninggalkan anak-anak yang masih kecil.

Usai pemeriksaan selama hampir 12 jam hingga tengah malam, Akmal Hanf menyampaikan akan mengikuti segala prosedur hukum atas tuduhan yang dilaporkan atas dirinya.

“Sebagai warga negara yang taat hukum, jauh hari saya telah menyatakan siap hadir jika dipanggil pihak kepolisian atas laporan yang disampaikan saudara-saudara saya di Aceh Tengah, walaupun beberapa waktu lalu saya harus ke luar Aceh untuk merintis beberapa usaha baru di bidang pertanian,” jelasnya.

Terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang jamaah umrah, Akmal menyebut sudah menyampaikan jawaban kepada pihak kepolisian dan tidak bersedia menjelaskan lebih rinci.

“Saya sudah memberi jawaban kepada penyidik tentang dugaan tersebut. Dan selanjutnya saya juga sudah siap dan akan menjalani segala keputusan hukum,” pungkas Pimpinan Dayah Tahfidz Raudhatul Quran itu.

Sebelumnya, pada tanggal 5 September 2020, Akmal Hanif telah dilaporkan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh, oleh Agen Perwakilan Elhanief Tour & Travel Aceh Tengah, dengan dugaan penipuan dan penggelapan uang jamaah umrah di Kabupaten tersebut.

Mapolsek Samalanga, Bireuen

Polisi Juga Meminta Keterangan Saksi

Penyidik Polda juga meminta keterangan Deddy Ridwan sebagai saksi, yang pernah diminta Akmal Hanif menjadi mediator pertemuan antara Manajemen Elhanief Tour & Travel dengan Agen dan Jamaah Umrah Aceh Tengah, pada 3 Juni 2019.

Kepada Kanalinspirasi.com, Deddy menyebut ada kesepakatan antara pihak Manajemen Elhanief Tour & Travel, Perwakilan dan Jamaah Takengon dalam pertemuan waktu itu sebagai solusi dari penundaan pemberangkatan Jamaah Umrah.

“Namun saya tidak pernah mengetahui kelanjutannya, karena sudah kembali bertugas di Banda Aceh,” jelas Deddy yang pernah menjabat Direktur Elhanief Printing yang bergerak di divisi Percetakan, sejak Juli 2016 hingga Oktober 2018.

Deddy menambahkan, dari pembicaraan singkat dengan Akmal Hanif usai pemeriksaan, adik kelasnya di Pesantren MUQ Bustanul Ulum Langsa tersebut tetap memiliki itikad untuk menyelesaikan masalah penundaan dan pembatalan keberangkatan Jamaah Umrah, dengan cara pengembalian uang setoran seluruh jamaah.

Akmal menyatakan tetap bertanggung jawab mengembalikan seluruh uang yang disetorkan jamaah penuh tanpa potongan, yang prosesnya tengah dilakukan dan membutuhkan waktu,” lanjut pria yang pernah bertugas di MPU Aceh dan kini aktif bertugas sebagai Wartawan tersebut.

Terkait laporan dugaan penipuan dan dugaan penggelapan uang jamaah atas Akmal Hanif dan Manajemen Elhanief Tour & Travel, Deddy menyatakan hal tersebut merupakan hak setiap orang untuk membawa ke jalur hukum jika merasa dirugikan. Namun dirinya mengaku khawatir, jika sampai Akmal Hanif dinyatakan bersalah dan harus menjalani konsekuensi hukum, akan berdampak pada proses pengembalian setoran jamaah umrah.

“Jika masih ada upaya terbaik yang disepakati semua pihak maka akan ada solusi, tapi jika sudah tidak mungkin, saya khawatir semua pihak akan dirugikan dalam masalah ini,” pungkasnya.(*)

Pos terkait