Diskop UKM Aceh Gelar Bimtek Menjahit 30 Pelaku UMKM di Banda Aceh

  • Bagikan
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh menggelar bimbingan teknis pendirian usaha menjahit bagi pelaku UMKM di Kota Banda Aceh. Bimtek diikuti 30 peserta yang bergerak di bidang menjahit baik usaha mikro kecil dan menengah, berlangsung di Grand Aceh Hotel Banda Aceh, Rabu 22 Juni 2022.

Kanalinspirasi.com, BANDA ACEH – Sebagai upaya membimbing dan menambah pengetahuan bagi para pelaku usaha kecil dan menegah,   untuk meningkatkan kualitas dan meningkatkan ekonomi usaha dibidang usaha menjahit, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh menggelar bimbingan teknis pendirian usaha menjahit bagi pelaku UMKM di Kota Banda Aceh.

Bimtek diikuti 30 peserta yang bergerak di bidang menjahit baik usaha mikro kecil dan menengah, berlangsung di Grand Aceh Hotel Banda Aceh, Rabu 22 Juni 2022.

Ketua penyelenggara kegiatan bimtek menjahit Diskop UKM Aceh, Abdah Syahdan,S.STP menyampaikan, usaha menjahit merupakan usaha yang mengikuti tren pakaian atau busana masyarakat pada saat ini. Sehingga diharapkan usaha ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

“Rangkaian kegiatan oleh pengusaha menjahit yang dilakukan dalam mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian berusaha dengan cara kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” sebutnya.

Abdah Syahdan, Ketua penyelenggara kegiatan bimtek menjahit Diskop UKM Aceh

Bimtek yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh ini, Bimtek berlangsung selama selama empat hari, sejak 22 hingga 30  Juni 2022, dibimbing Dr. Iskandarsyah Madjid sebagai pemateri dan juri.

“Bimtek ini dilaksanakan dengan tahapan dua hari bimbingan secara teori  dan dua hari selanjutnya praktek langsung lapangan,” jelas Abdah Syahdan.

Setelah mengikuti bimtek, lanjutnya, peserta usaha menjahit mampu meningkatkan kapasitas wirausaha serta mengembangkan jejaring dan pasar bersama antara lain e-Katalog lokal seperti pasar online di era modern ini, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dll.

“Peserta usaha menjahit harus mampu memahami pasar yang dijajakinya agar dapat menyesuaikan harga sesuai dengan kualitas produknya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan usaha menjahit tersebut,” katanya.

Setelah mengikuti bimbingan, Abdah Syahdan menyampaikan peserta juga akan dinilai oleh tim penilai dan bagi peraih nilai terbaik dalam bimbingan ini akan mendapatkan hadiah berupa bantuan untuk keperluan dibidang usaha menjahit.

Dengan adanya kegiatan bimbingan teknis ini,  masyarakat dapat terbantu dalam pemenuhan alat dan bahan untuk usaha menjahit yang berupa mesin jahit.

“Mesin jahit tersebut diharapkan dapat menjadi modal kepada pengusaha menjahit untuk dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan dalam bidang usahanya,” lanjutnya.

“Program ini diharapkan dapat menyukseskan masyarakat dalam menjalankan usaha menjahit serta mendapatkan ilmu untuk mengembangkan usaha menjahit,” pungkasnya.(adv)

  • Bagikan