Disparbudpora Pidie Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram

  • Whatsapp
pelatihan pemanwisata alam Arung Jeram
Pelatihan pemandu wisata alam Arung Jeram di Gampong Mane, Dusun Pante Luah, Kecamatan Mane, Pidie, digelar aan Disparbudpora Pidie

PIDIE – Enam pemateri mengisi kegiatan pelatihan pemandu wisata alam Arung Jeram di Gampong Mane, Dusun Pante Luah, Kecamatan Mane, Pidie, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, sejak 29 hingga 31 Juli 2019 nanti.

Tiga pemateri dari Pengurus Besar (PB) Federasi Arung Jeram Indonesia( FAJI) Pusat, Jhon Lede, Roni, dan Putra. Selain itu, tiga pemateri lainnya dari FAJI Aceh: Hasballah, Syahrul Rizal, dan Kiki Ferdian.

Bacaan Lainnya

Ketua panitia pelaksana kegiatan tersebut, yang juga Kabid Pariwisata pada Disparbudpora Pidie, Syammi Abdullah SP, mengatakan, kegiatan tersebut yang didanai dengan dana alokasi khusus (DAK) non Fisik ini menjadi salah satu kegiatan yang diwajibkan oleh Kementerian Pariwisata.

“Pada hari pertama yaitu, materi pengantar SKKNI kepemanduan Arung Jeram, simpul dan tali temali, morfologi klasifikasi dan karakteristik sungai, Building technique. Hari kedua, pengenalan alat dan perlengkapan Arung Jeram, pengarahan keselamatan/safety touch, teknik mendayung/paddling technique, dan first aid, Hari ketiga, river signal, swift water rescue technique, kesadaran keselamatan dan keamanan di sungai, dan river running system,” kata dia menjelaskan.

Hal yang sama diutarakan Kepala Dinas Disparbudpora Pidie, Apriadi SSos. Para peserta, kata dia, dibekali untuk memahami cara memandu Arung Jeram dan menjadi pemadu profesional.

“Mereka nanti akan diberi sertifikat sebagai bukti telah mengikuti bimbingan teknis kepemanduan Arung Jeram yang nantinya akan menjadi syarat utama untuk mengikuti sertifikasi tingkat lanjut atau expert,” kata Apriadi.

Pengurus Federasi Arung Jeram Pusat pada Bidang Bina Prestasi, John Lede, mengatakan, pelatihan pemandu arung jeram baru maksimal dilaksanakan selama tiga bulan.

“Namun, tahap awal yang dilaksanakan di Krueng Mane selama tiga hari itu hanya dasarnya saja. Nanti ada lanjutannya lagi. Untuk menjadi pemandu wisata alam profesional dibutuhkan latihan yang rutin. Nanti pemandu tersebut akan direkomendasi oleh tim asesor untuk diusulkan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” kata dia.

Menurutnya, Aceh masuk sebagai daerah yang memiliki potensi wisata alam yang bagus. Kemudian, wisata Arung Jeram bisa membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar dan berpengaruh terhadap perekonomian warga setempat.

“Dengan adanya wisata Arung Jeram, nanti para pemuda setempat akan menjadi atlet Arung Jeram, karena mereka sudah terlatih selama memandu dan skillnya pun sudah siap,” kata John Lede.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Pidie Roni Ahmad. Dalam sambutannya, Bupati Pidie Roni Ahmad mengatakan, kegiatan ini sangat bagus untuk membangkitkan perekonomian pemuda setempat.

“Dengan diberikan pelatihan begini, para pemuda setempat menjadi paham tatacara memandu wisata dan tentunya dengan wisata islami. Saya memberikan dukungan penuh atas bangkitnya wisata alam di daerah ini,” kata Roni Ahmad.

Meski masih seumur jagung, atlet arung jeram atau FAJI Pidie berjaya di Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-13 di Aceh Besar dengan menyabet satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Tak hanya jago kandang, atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Pidie juga kerap mewakili Aceh mengikuti Kejurnas. (*)

Pos terkait