Ditagih Soal MoU RI-GAM, Presiden Jokowi Beri Saya Waktu Jawab Persoalan Helsinki-Aceh

  • Whatsapp
presiden jokowi
Dalam Sambutannya, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi inisiatif digelarnya acara Kenduri Kebangsaan, di Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2/20202), Jokowi memandang Aceh sebagai sebagai daerah berbudaya dinamis, penuh toleransi, menjunjung nilai-nilai keislaman dan memiliki sejarah kemaritiman yang Kuat. Kanal Isnpirasi/Rahmat Mirza

BIREUEN – Presiden Jokowi merespons permintaan Plt Gubernur Aceh dan Pimpinan Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh terkait realisasi perjanjian Helsinki, yakni MoU antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Presiden Jokowi meminta masyarakat Aceh memberi waktu pada dirinya untuk menjawab persoalan yang berkaitan dengan perjanjian Helsinki.

Bacaan Lainnya

Perjanjian Helsinki merupakan perjanjian perdamaian antara RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Finlandia pada 15 Agustus 2005 lalu untuk menyelesaikan konflik di Aceh.

Jokowi menjelaskan, dirinya secara aktif telah berkomunikasi dengan Plt Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, dan Ketua Umum DPA Partai Aceh Muzakir Manaf terkait kelanjutan implementasi perjanjian damai Helsinki.

“Saya sudah ketemu dan tokoh-tokoh Aceh lainnya. Bahwa ada problem ini, ada persoalan ini. Tapi beri waktu saya untuk menjawab, karena apapun ini akan didiskusikan dalam rapat-rapat terbatas yang selalu kita lakukan. Banyak yang disampaikan kepada saya, saya tahu,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Kenduri Kebangsaan di Kabupaten Nanggroe, Sabtu (22/2).

Jokowi berjanji, dirinya pasti akan memberikan jawaban atas persoalan itu.

Jokowi menyebutkan, dirinya telah bertemu dengan Gubernur Aceh untuk membahas persoalan ini.

Sekitar dua minggu lalu, ia juga telah menggelar pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Malik Mahmud Al Haythar.

Ia juga bertemu dengan Muzakir Manaf alias Mualem yang merupakan anggota GAM, serta sejumlah tokoh agama asal Aceh yang lain. (*)

Pos terkait