Dompet Dhuafa Bantu Warga Rohingya

  • Whatsapp
Petugas Kesehatan dari Dompet Dhuafa saat memberikan bantuan kepada pengungsi etnis rohingya di Aceh Utara. Foto : Doc Dompet Dhuafa

ACEH UTARA – Dompet Dhuafa (DD) Aceh ikut membantu warga Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara, sehari sebelumnya dengan membuka pos darurat serta membawa tim medis dan tenaga kesehatan, guna membantu penanganan kesehatan pengungsi terutama anak-anak.

Pimpinan Dompet Duafa Aceh dr. Nuril Annissa Niswanto kepada Kanalinspirasi.com, Sabtu (27/6) malam mengatakan, saat ini sejumlah tim relawan terdiri dari dokter dan tenaga kesehatan telah didatangkan kelokasi penempatan pengungsi.

Sebanyak 99 warga etnis Rohingya terdampar di kawasan Pantai Seunuddon, Aceh Utara, kapal mereka ditemukan oleh nelayan dengan jarak lebih kurang empat mil dari pesisir pantai dalam kondisi rusak.

Para pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di lautan sejak 22 Juni 2020 tersebut  pada Jumat (26/6) dibawa ke Desa Lancok, sekitar 15 kilometer dari Kota Lhokseumawe. Mereka dibawa ke daratan oleh para nelayan setelah mendapat desakan dari para penduduk sekitar.

Tiba di darat  para pengungsi menjalani protokol kesehatan penanganan pandemi Covid-19, seluruh Pengungsi Rohingya telah menjalani Rapid Test dan hasil keseluruhannya dinyatakan non-reaktif.

Mereka ditarik oleh TNI AL, Polairud dan Imigrasi ke perairan Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, isi kapal tersebut mayoritas wanita dan anak-anak, mereka telah berbulan-bulan terombang-ambing di laut lepas dengan tujuan negara Australia.

Mepertimbangkan kondisi pengusngi, dompet dhuafa hadir ke Aceh Utara guna membantu mereka bersama aparat setempat serta membuka pos dengan menempatkan tim medis dan tenaga kesehatan.

Ia menambahkan, dalam penanganan pengungsi tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19, sebab pandemi corona  masih harus diwaspadai, untuk hari Sabtu tim DD Aceh melakukan assement, untuk memberikan bantuan kesehatan kepada pengungsi hingga advokasi ke pemerintah setempat dan UNHCR.

Pengungsi Rohingya sudah berkali-kali terdampar ke Aceh, semenjak neraga mereka pecah konflik di Myanmar pada tahun 2015, menyebabkan warga Rohingya terpaksa menyelamatkan diri dan meninggalkan kampong halaman mereka. Pada awalnya pemerintah menolak dan ingin mengembalikan mereka ke laut, namun masyarakat berinisiatif untuk membantu, karena adanya hukum adat yang berlaku terkait dengan pertolongan dan solidaritas kepada sesama manusia. Inisiatif ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh masyarakat Aceh kepada pengungsi Rohingya, tetapi sudah berkali-kali.

Konflik kemanusiaan di Rohingya, membuat warganya meninggalkan negara itu, untuk mencari penghidupan yang lebih layak. (dan)

Pos terkait