DPPA Lhokseumawe Segera Beri Pendampingan Psikologis Santri Korban Pencabulan di Pesantren

  • Whatsapp
dppa lhokseumawe
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPA) Kota Lhokseumawe Mariana Affan bersama Kasubag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi di halaman Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7). Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

LHOKSEUMAWE – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPA) Kota Lhokseumawe, menyayangkan terjadinya kasus pecelehan seksual terhadap belasan santri masih dibawah umur yang diduga dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru berinisial AI dan MY di Lhokseumawe.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPA) Kota Lhokseumawe Mariana Affan mengatakan, pihaknya segera mendampingi santri korban pencabulan untuk dilakukan pemulihan psikologis korban, hingga kondisi pkisis korban pulih, kata Mariana di Lhokseumawe, Kamis (11/7).

Bacaan Lainnya

Mariana juga mengungkapkan kekecewaan atas peristiwa pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur dalam lingkungan pesantren.

Baca Juga: Pimpinan Pesantren dan Seorang Guru Cabuli 15 Santri di Lhokseumawe Terancam 90 Kali Cambuk

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan sosialisasi tentang perlindungan anak di pesantren dalam wilayah Kota Lhokseumawe.

Diberitakan sebelumnya, personel Polres Lhokseumawe menangkap pimpinan pesantren dan seorang guru berinisial AI (45), MY (26) atas dugaan pelecehan seksual terhadap belasan santri yang masih di bawah umur di pesantren yang dipimpin AI di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, AI dan MY kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe. (*)

Pos terkait