DPR Aceh, Kok Bisa TKA Masuk Nagan Raya

  • Whatsapp
Ketua Komisi 1 DPR Aceh Tengku Muhammad Yunus . Foto : Ist

BANDA ACEH – Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mempersoalkan masuknya sebanyak 38 tenaga kerja asing (TKA) ke Nagan Raya ditengah pandemic covid-19, masih ada pekerja luar masuk daerah ini. Ini terjadi akibat kecolongan dari pengawasan dari pemerintah Aceh.

Demikian kata Ketua Komisi 1 DPR Aceh Tengku Muhammad Yunus kepada media ini di Banda Aceh, Senin (31/8).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, kedatangan 38 TKA asal Cina di Nagan Raya sangat kita sayangkan dan ini sebagai bentuk kecolongan pengawasan pemerintah Aceh terhadap 38 tenaga kerjanya asing Cina yang masuk lagi di Aceh.

Padahal, sebelumnya DPR sudah berkoordinasi dan sudah duduk rapat musyawarah dengan Disnaker, Perwakilan Menkum HAM, Imigrasi ,Biro Tapem, biro hukum juga bahkan sudah sudah kita Surati dan kami undang perwakilan dari Polda Aceh, namun apa yang kami lakukan di DPR bagaikan angin berlalu tanpa diperhatikan.

Dikatakan, jika mereka didatangkan untuk bekerja dengan menggunakan visa kunjungan, ini merupakan pelanggaran hukum dan harus diberikan sanksi kepada pihak yang mendatangkan mereka serta mereka harus segera diekstradisi ke negara asalnya.

“Yang anehnya dan kita merasa heran karena setiap TKA yang didatangkan semuanya berasal dari Cina, sangat jarang kita melihat yang datangkan dari negara lain, seperti dari Negara Korea, Jepang, Jerman dan lain sebagainya, apakah dari negara lain ini tidak bisa bekerja dengan skil yang dibutuhkan, mungkin saja mereka lebih memiliki keahlian skilnya,”tanyanya Tgk Yunus.

Politisi Partai Aceh ini juga membeberkan, kalau yang didatangkan dari Cina hanya sebagai tenaga kerja biasa sedangkan keahlian nya tidak melebihi tenaga kerja dari dalam Negeri, untuk apa harus didatangkan TKA Cina, kenapa tidak diberikan kesempatan kepada putra putri Aceh dan lokal untuk bekerja di daerah sendiri.

“Apakah 38 TKA Cina memiliki keahlian yang melebihi dari tenaga kerja dalam negeri, jika ya mengapa mereka menggunakan visa kunjungan dan sekarang dikarantiana di Mess PLTU 3-4, apakah tidak ada tempat lain yang mudah diawasi,” Imbuhnya.

Tgk Yunus berharap, pihak PLTU 3-4 harus terbuka dan transparan ke publik dengan mempublikasikan di media nasional maupun lokal untuk pembukaan tenaga kerja yang dibutuhkan di PLTU 3-4 Nagan Raya.

“Keterbukaan PLTU 3-4 untuk tenaga kerja lokal agar putra putri daerah yang punya pemahaman dan skil tentang industri bisa bekerja didaerah nya sendiri, kenapa harus didatangkan dari Cina,”tegasnya.

Komisi 1 DPR Aceh akan memanggil kembali Pemerintah Aceh dan Dinas terkait di Provinsi Aceh untuk rapat koordinasi atas kejadian ini dalam waktu dekat. untuk menindaklanjuti kedatangan rombongan 38 TKA Cina ke Kabupaten Nagan Raya.

“Pemerintah Aceh harus bertindak cepat, membawa 38 TKA Cina itu ke Ibukota Provinsi untuk dilakukan isolasi, lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tujuan kunjungannya ke Kabupaten Nagan Raya untuk apa. (dan)

Pos terkait