DPRK Aceh Besar Desak Pemerintah Percepat Pembangunan Jembatan Panca Kubu  

  • Bagikan
dprk aceh besar iskandar ali
Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, SPd MSi foto: DR/ Kanalinspirasi

Kanalinspirasi.com, ACEH BESAR – Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, kembali mendesak Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan rangka baja yang menghubungkan Gampong Panca dengan Panca Kubu di Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

Iskandar Ali mengatakan, dalam pembangunan jembatan Panca Kubu itu juga merupakan kewenangan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera. Pasalnya pihak BWS juga sudah berulangkali turun ke lokasi.

Namun penyelesaian pembangunan jembatan Panca Kubu yang sudah dimulai sejak tahun 2008 itu sampai saat ini masih terbengkalai. Hal ini sangat menyulitkan kehidupan masyarakat gampong Panca Kubu dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kita mendesak Pemerintah Aceh, bersama BWS untuk lebih serius dalam menggarap jembatan Panca Kubu itu. Sayang sekali masyarakat yang tinggal di situ harus mengarungi sungai. Ironisnya lagi anak-anak murid SD pergi ke sekolah di Desa Panca harus seberangi sungai dan resikonya tinggi sekali dan rawan terseret arus pada musim penghujan,” tutur Iskandar Ali, Sabtu (9/4/2022).

Lanjut Iskandar Ali, dampak ketiadaan jembatan tersebut selama ini cukup dirasakan masyarakat yang hendak mengangkut hasil pertanian mereka. Selain itu, para siswa sekolah dasar juga harus bertaruh nyawa menyeberangi arus sungai untuk tiba di sekolah.

Tak kalah penting, kata Iskandar, adalah demi kelancaran akses untuk mengantar warga yang sakit berobat ke puskesmas dan rumah sakit.

“Ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh untuk melanjutkan pembangunan jembatan Panca Kubu tersebut,” tuturnya.

Kondisi jembatan baru dibangun pada bagian abutmen di sisi sungai Desa Panca dan Desa Panca Kubu. Jembatan rangka baja itu dibangun belum sampai setengahnya.

Masih memerlukan puluhan meter lagi agar jembatan bisa terhubung hingga ke seberang. Menghubungkan antara kedua desa itu sebagai menunjang sarana transportasi warga setempat.

Keuchik (Kepala Desa) Gampong Panca Kubu, Mayasari, mengatakan, jembatan yang menghubungkan kedua desa itu sangat penting bagi kehidupan warga sekitar. Mengingat warga Panca Kubu terdiri dari 75 KK atau 300 jiwa.

Minimnya akses untuk menyeberangi sungai yang memisahkan dua desa itu berdampak bagi kehidupan perekonomian masyarakat serta pendidikan.

Mayasari mengatakan, abutmen kiri-kanan dari jembatan tersebut telah dibangun pada tahun 2008 hingga 2010. Kemudian sempat terhenti, selanjutnya tahun 2018 satu bentang rangka juga telah dibuat. Namun tahun 2019 hingga 2021 tidak ada pengerjaan sama sekali.(*)

  • Bagikan