DPRK Banda Aceh Minta Bank Tunda Tagihan Kredit

  • Whatsapp
penagihan kredit bank
Danil Abdul Wahab, Ketua Fraksi NasDem - PNA DPRK Banda Aceh. Foto : Ist

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, minta kepada pihak perbankan untuk menunda sementara penagihan kredit bank, pada pedagang kecil sesuai dengan intruksi presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa hari lalu serta permintaan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman. Mengingat kehidupan masyarakat dan pedagang kecil saat ini sedang terjepit menyusul terjadinya wabah covid-19,yang mengharuskan masyarakat berdiam dirumah.

Demikian permintaan itu disampaikan Danil Abdul Wahab Ketua Fraksi NasDem – PNA DPRK Banda Aceh, dalam wawancara dengan wartawan di Banda Aceh, Sabtu (28/3).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengapresiasi respon cepat Walikota Banda Aceh Aminullah Usman menanggapi kebijakan Presiden Joko Widodo tentang arahannya terkait penundaan tagihan kredit melalui laman resmi bandaacehkota.go.id (25/3), Wali Kota meminta perbankan yang ada di Banda Aceh dan Provinsi Aceh pada umumnya untuk menyikapi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Presiden sendiri sudah menyampaikan kepada pers di Istana Merdeka (24/3), lalu dengan menerbitkan fokus kebijakan terkait bantuan-bantuan yang disediakan oleh pemerintah langsung ke masyarakat untuk mempertahankan daya beli.

Di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Jokowi mengumumkan, bahwa pemerintah telah menginstruksikan lembaga perbankan dan nonperbankan lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menunda tagihan kredit kepada debitur selama satu tahun.

Penundaan ini, dikhususkan kepada mereka pedagang Kecil dan Usaha Mikro, Terkait instruksi presiden itu anggota Komisi III DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab menganggap hal itu merupakan bentuk langkah cepat Walikota dalam menganggapi kebijakan Presiden Jokowi untuk menyelamatkan perkonomian.

Saya sendiri banyak menerima keluhan warga yang mayoritas pedagang kecil, mereka tidak mampu memenuhi kewajiban kredit, disebabkan penghasilan mereka di masa siaga dan tanggap darurat covid-19 ini hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari.

Menyikapi itu, kami minta kepada pihak perbankan agar tidak menagih kredit kepada pedagang kecil dan usaha mikro, ini sejalan dengan kebijakan Presiden dan Walikota, kami berharap pada masa-masa mendatang tidak ada bank ataupun lembaga keuangan lain yang mengaku belum mendapat informasi terkait penagguhan angsuran ini serta meminta nasabahnya membayar angsuran seperti biasa.

“Saya banyak menerima keluhan dari nelayan, nyak-nyak dan pedagang asongan lain tentang kegelisahan mereka membayar angsuran di tengah musibah ini. Sekali lagi saya minta bank ataupun lembaga keuangan di Banda Aceh khususnya dan Propinsi Aceh secara umum, untuk segera menyikapi hal ini untuk kemaslahatan warga Usaha Kecil.” Harapnya. (zal)

Pos terkait